Gunung Anak Krakatau dan Sinabung dapat Perhatian Serius

  • 06 Sep 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria menyebut Gunung Anak Krakatau dan Gunung Sinabung mendapat perhatian serius. Anak Krakatau dilaporkan mengalami lava fountain atau lontaran lava pijar, disertai sebaran abu vulkanik yang cukup luas.

“Sementara itu, sebelum erupsi, Gunung Sinabung tercatat mengalami gempa vulkanik. Lalu berada pada status Level III atau Siaga,” katanya saat berbincang dengan Pro3 RRI, Minggu, 6 September 2026.

Dijelaskannya aktivitas enam gunung api tersebut tidak dipicu oleh satu proses geologi yang sama. Indonesia memiliki sekitar 127 gunung api aktif yang masing-masing memiliki sistem dan sumber magma sendiri.

“Erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan tidak menunjukkan adanya satu pemicu yang mengaktifkan seluruh gunung secara bersamaan. Prosesnya independen karena masing-masing gunung memiliki sistem magmanya sendiri,” katanya.

Karakteristik ancaman di setiap gunung juga berbeda. Di Anak Krakatau, masyarakat diminta mewaspadai lontaran lava dan hujan abu.

“Sementara di Gunung Semeru, potensi awan panas, lontaran material, serta lahar di sepanjang aliran sungai menjadi perhatian utama. Di Gunung Sinabung, ancaman yang perlu diwaspadai antara lain awan panas, lontaran material, dan lahar,” katanya.

Adapun di Gunung Lewotolok, masyarakat perlu memperhatikan potensi lontaran material. Sedangkan bahaya utama di Gunung Ibu berada di sekitar kawah.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi mengenai erupsi yang beredar di media sosial. Terutama video tanpa keterangan sumber dan waktu kejadian yang jelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....