Dampak Abu Vulkanik, Sejumlah Sekolah di Bekasi Terapkan Protokol Kesehatan

  • 07 Sep 2026 17:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hal ini dilakukan seiring dampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menimpa sejumlah wilayah di Kota Bekasi.
  • Salah satu sekolah yang tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka yaitu SD Negeri Kayuringin Jaya VI Kota Bekasi.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Sejumlah Sekolah di Kota Bekasi tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan seiring dampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menimpa sejumlah wilayah di Kota Bekasi.

Salah satu sekolah yang tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka yaitu SD Negeri Kayuringin Jaya VI Kota Bekasi. Di sekolah tersebut siswa belajar tatap muka seperti biasa hanya saja dengan menggunakan masker selama berada di sekolah.

Kepala Sekolah SD Negeri Kayuringin Jaya VI Kota Bekasi, Kintoko mengatakan, selain penggunan masker sekolah juga mengurangi aktivitas belajar di luar ruangan. Seperti kegiatan pelajaran olahraga misalnya yang dilakukan di dalam kelas.

"Anak-anak tetap belajar seperti biasa namun anak-anak diingatkan menerapkan protokol kesehatan berupa penggunaan masker. Dan kemudian mengurangi kegiatan yang ada di luar ruangan," katanya, Senin, 7 September 2026.

Kepala Sekolah SD Negeri Kayuringin Jaya VI Kota Bekasi, Kintoko saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: RRI/Leny Kurniawati)

Ia juga mengatakan, bahwa dampak abu vulkanik di sekolah nya tidak terlampau besar. Pasalnya udara di lingkungan sekolah masih relatif aman seperti pada hari biasanya.

"Kalau dampaknya tidak terlalu besar karena udara di sekolah masih aman, masih seperti hari biasa. Untuk meminimalisir dampak jam pulang kita percepat dengan mengurangi jam istirahat dan mengurangi aktivitas di luar ruangan," katanya.

Pihaknya juga mengatakan, bahwa penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan diterapkan secara situasional. Melihat kondisi cuaca atau kualitas udara di sekolah.

"Untuk PJJ sesuai dengan surat Dinas Pendidikan itu situasional. Itu kita lakukan jika memang kondisi dibutuhkan untuk PJJ," ujarnya, mengakhiri pembicaran.

Sekadar diketahui, Pemkot Bekasi melalui Dinas Pendidikan menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh secara situasional tergantung kondisi cuaca. Yang mana kebijakan tersebut sepenuhnya diserahkan ke sekolah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....