BPBD Bekasi Ingatkan Warga Waspadai Abu Vulkanik Krakatau

  • 07 Sep 2026 05:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dampak dari abu vulkanik bisa mengganggu kesehatan masyarakat.
  • BPBD mengimbau masyarakat menggunakan masker yang baik, seperti N95/KN95 atau masker kain tiga lapis untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengingatkan warganya agar mewaspadai dampak abu vulkanik Krakatau. Abu vulkanik dinilai bisa mengganggu kesehatan manusia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriadi mengatakan, abu vulkanik bisa berdampak buruk kesehatan. Selain itu abu vulkanik mengganggu jarak pandang, dan berpotensi menghambat aktivitas masyarakat.

"Abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, jarak pandang, maupun aktivitas masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui langkah mitigasi yang tepat dan mengikuti informasi resmi,” katanya, melalui keterangan persnya, Minggu, 6 September 2026.

Dody mengimbau masyarakat menggunakan masker yang baik atau masker kain tiga lapis. Hal ini untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik.

"Masyarakat juga dianjurkan menggunakan kacamata. Mata perlu dilindungi guna menghindari iritasi," katanya.

Selain itu, masyarakat diminta tetap berada di dalam rumah. Waga sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan ketika konsentrasi abu vulkanik tinggi.

Masyarakat juga diminta membatasi penggunaan kendaraan dengan hanya menggunakan kendaraan saat diperlukan saja. Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu kondisi kendaraan.

“Masyarakat harus menjaga kebersihan dengan membersihkan abu yang menempel pada tubuh, kendaraan, maupun lingkungan dengan cara yang aman. Abu jangan sampai terhirup atau masuk ke dalam tubuh,” katanya.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga asupan makanan dan minuman dengan mengonsumsi makanan bergizi. Warga juga diimbau memperbanyak minum air putih.

Lebih lanjut, masyarakat diminta memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api dan imbauan kebencanaan. Informasi bisa diperoleh dari BPBD, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta instansi terkait.

“Dengan memahami langkah-langkah mitigasi dan mengikuti informasi resmi, kita dapat bersama-sama meminimalkan risiko. Keselamatan masyarakat terjaga,” ujarnya.

Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda meletus sejak Minggu 6 September 2026. Letusan itu mengeluarkan abu vulkanik yang mencapai di berbagai wilayah seperti Lampung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Kabupaten Bekasi sebagai salah satu wilayah di Jawa Barat terkena abu vulaknik anak gunung Krakatau. Jarak antara Kabupaten Bekasi dengan gunung Krakatau sekitar 170 hingga 190 km.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....