Kapal Pelni Angkut 29 Ton Bantuan Gempa NTT, Total Jadi 34,8 Ton

  • 05 Sep 2026 22:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kapal Pelni kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Kali ini, sebanyak 29 ton bantuan diangkut menggunakan KM Tidar dari Jakarta menuju Pelabuhan Laurens Say, Maumere.
  • Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya mengatakan bantuan tersebut telah diserahkan langsung kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing.

RRI.CO.ID, Baubau - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, sebanyak 29 ton bantuan diangkut menggunakan KM Tidar dari Jakarta menuju Pelabuhan Laurens Say, Maumere.

Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya mengatakan bantuan tersebut telah diserahkan langsung kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing. "Bantuan ini kami serahkan langsung kepada Kepala BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing," kata Budi, Sabtu 5 September 2026.

KM Tidar tiba di Pelabuhan Laurens Say, Maumere, pada Kamis (3/9) pagi. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 29 Agustus 2026.

Penyerahan bantuan turut disaksikan Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Nuraini Dessy, Nakhoda KM Tidar Capt Noviansyah, Kepala Cabang Maumere Edwin Kurniansyah, Kepala KSOP Kelas IV Laurens Say Maumere Rian Partigor, serta General Manager Pelindo Cabang Maumere Angga Adi Prebawa.

Budi mengatakan pengangkutan bantuan tersebut difasilitasi Pelni dengan dukungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pelindo. Menurut dia, Pelni berkomitmen terus mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana melalui konektivitas transportasi laut.

Sebagai BUMN pelayaran, Pelni merasa terpanggil untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa NTT. "Pelni memfasilitasi pengangkutan bantuan ini dengan dukungan Kementerian Perhubungan, Pelindo, serta berbagai pihak yang telah mempercayakan bantuannya untuk kami bawa ke Maumere," ujarnya.

Budi menjelaskan, sejak 16 Agustus 2026, Pelni telah membuka posko penerimaan bantuan kemanusiaan di sejumlah kantor cabang yang dilalui kapal Pelni menuju wilayah NTT.

Posko tersebut antara lain berada di Jakarta, Makassar, dan Surabaya. Bantuan yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan kapal Pelni sesuai jadwal dan rute reguler.

"Bantuan akan terus kami angkut selama masa tanggap bencana. Setiap kapal Pelni yang memiliki rute menuju wilayah NTT akan kami optimalkan untuk membawa bantuan sesuai dengan kapasitas dan kondisi operasional kapal," katanya.

Pada pengiriman tahap kedua, KM Tidar membawa bantuan sebanyak 29 ton. Sebelumnya, pada tahap pertama, Pelni telah mengangkut 5,8 ton bantuan.

"Dengan demikian, total bantuan yang telah diangkut Pelni melalui KM Tidar mencapai 34,8 ton," kata Budi. Bantuan tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat.

Jenis bantuan yang dikirim meliputi bahan makanan, air mineral, obat-obatan, perlengkapan tidur, dan kebutuhan dasar lainnya untuk masyarakat terdampak bencana. Pelni memastikan pengangkutan bantuan kemanusiaan akan terus dilakukan melalui kapal-kapal yang melayani rute menuju NTT.

Sejumlah kapal Pelni secara reguler melayani wilayah tersebut sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan jadwal kapal, kapasitas angkutan, dan kondisi operasional. Budi juga mengajak instansi, lembaga, komunitas, maupun organisasi yang ingin menyalurkan bantuan untuk memanfaatkan posko penerimaan bantuan yang tersedia di kantor cabang Pelni.

"Bantuan nantinya akan dikonsolidasikan dan diangkut menggunakan kapal Pelni sesuai rute reguler menuju wilayah terdampak," ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, Pelindo, BPBD, dan berbagai elemen masyarakat, Pelni berkomitmen terus mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa NTT.

Dukungan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan konektivitas transportasi laut. Sekaligus distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....