BAZNAS RI dan UFGD Jajaki Kerja Sama Kemanusiaan untuk Palestina dan Indonesia

  • 05 Sep 2026 03:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI bersama United Foundation for Global Development atau UFGD menjajaki kerja sama strategis dalam memperkuat program kemanusiaan untuk Palestina dan pembangunan infrastruktur sosial di Indonesia.
  • Kerja sama tersebut difasilitasi Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia melalui audiensi di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
  • Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menyambut baik fasilitasi Kedutaan Besar Palestina tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI bersama United Foundation for Global Development atau UFGD menjajaki kerja sama strategis dalam memperkuat program kemanusiaan untuk Palestina dan pembangunan infrastruktur sosial di Indonesia. Kerja sama tersebut difasilitasi Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia melalui audiensi di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdalfatah A.K. Al-Sattari, perwakilan UFGD Abdallah Raed Shihda dan Barhum Daoud Mahmud, serta Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri dan jajaran.

Melalui pertemuan tersebut, Kedutaan Besar Palestina berperan menjembatani BAZNAS RI dan UFGD untuk memperluas kerja sama kemanusiaan. Kolaborasi diarahkan untuk mengoptimalkan bantuan bagi masyarakat Palestina sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur sosial bagi masyarakat di Indonesia.

Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menyambut baik fasilitasi Kedutaan Besar Palestina tersebut. Ia menegaskan BAZNAS memiliki komitmen untuk terus menjalankan program kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun bagi masyarakat Palestina.

"Program-program kemanusiaan kami untuk Palestina sudah banyak berjalan, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi, penyediaan hunian sementara, layanan kesehatan, hingga beasiswa pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa Palestina," ujar Zainut.

Menurut Zainut, dukungan Kedutaan Besar Palestina membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan UFGD. BAZNAS, kata dia, siap bersinergi untuk memastikan program kemanusiaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Duta Besar Palestina yang memfasilitasi pertemuan ini. BAZNAS dengan tangan terbuka siap bersinergi dengan UFGD untuk menjalankan tugas-tugas kemanusiaan," katanya.

Sementara itu, UFGD menyampaikan rencana dukungan pembangunan infrastruktur sosial di sejumlah wilayah Indonesia. Program tersebut antara lain pembangunan masjid dengan arsitektur yang terinspirasi Masjid Al-Aqsa serta pembangunan sumur bor untuk membantu menyediakan akses air bersih bagi masyarakat.

Perwakilan UFGD mengatakan pihaknya telah membangun salah satu masjid dengan konsep Masjid Al-Aqsa di Indonesia dan berencana memperluas program tersebut. UFGD menyebut pembangunan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana ibadah sekaligus mengenalkan nilai historis Masjid Al-Aqsa kepada masyarakat Indonesia.

"Saat datang ke Indonesia, kami juga sudah membangun salah satu Masjid Al-Aqsa di Indonesia dan berencana membangun 89 Masjid Al-Aqsa di Indonesia. Alasan utama kami adalah agar masyarakat Indonesia dapat merasakan bagaimana rasanya melaksanakan salat di Masjid Al-Aqsa yang ada di Indonesia, Insya Allah," ucapnya.

Selain pembangunan masjid, penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas kerja sama yang dibahas. Nusa Tenggara Timur atau NTT menjadi salah satu wilayah yang disebut membutuhkan dukungan sumur bor, terlebih daerah tersebut tengah menghadapi dampak bencana gempa.

"Masjid memang penting, tetapi yang lebih utama adalah air bersih. Masyarakat membutuhkan air untuk dapat bertahan hidup," ujarnya.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdalfatah A.K. Al-Sattari mengatakan Kedutaan Besar Palestina akan terus membuka ruang komunikasi dan menjembatani berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan dan pembangunan. Ia berharap kolaborasi BAZNAS dan UFGD dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Palestina sekaligus masyarakat Indonesia.

"Semoga kolaborasi antara BAZNAS dan UFGD yang kita inisiasi bersama ini dapat memberikan manfaat besar, baik untuk membantu rakyat Palestina maupun masyarakat Indonesia. Free Palestine," ujar Abdalfatah.

Kerja sama tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program kemanusiaan perlu diarahkan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat. Selain bantuan jangka pendek, penyediaan akses air bersih, fasilitas ibadah, pendidikan, kesehatan, dan dukungan pangan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat dalam jangka panjang.

United Foundation for Global Development atau UFGD merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pembangunan masyarakat dan kemanusiaan di berbagai negara. Programnya antara lain mencakup penyediaan air bersih, pembangunan masjid dan sekolah, serta distribusi bantuan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....