BAZNAS Berikan Dukungan Psikososial bagi Anak Penyintas Gempa NTT
- 05 Sep 2026 00:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI menghadirkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas gempa bumi di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS membantu pemulihan anak-anak sekaligus memastikan kelompok rentan memperoleh perlindungan selama masa tanggap darurat.
- Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, mengatakan pendampingan psikososial diperlukan untuk membantu anak-anak menghadapi dampak emosional akibat bencana.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI menghadirkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas gempa bumi di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS membantu pemulihan anak-anak sekaligus memastikan kelompok rentan memperoleh perlindungan selama masa tanggap darurat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, mengatakan pendampingan psikososial diperlukan untuk membantu anak-anak menghadapi dampak emosional akibat bencana. Menurutnya, pemulihan tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis anak.
"Pendampingan psikososial ini sangat krusial agar anak-anak penyintas gempa dapat mengikis rasa cemas berlebih dan kembali ceria di tengah situasi darurat," ujar Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.
Idy menegaskan BAZNAS berkomitmen mendampingi masyarakat terdampak gempa secara menyeluruh. Pendampingan diarahkan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pemulihan kondisi mental masyarakat, terutama anak-anak sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong dalam membantu para penyintas. Dukungan berbagai pihak dinilai penting agar proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT dapat berlangsung secara berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan seluruh hak anak-anak terdampak bencana tetap terpenuhi, termasuk hak mereka untuk mendapatkan rasa aman serta perlindungan jiwa," tutur Idy.
Hingga 31 Agustus 2026, BAZNAS telah mengerahkan 90 personel lapangan dalam operasi tanggap bencana di NTT. Operasi tersebut juga didukung tim Rumah Sehat BAZNAS, armada operasional, serta Pos BAZNAS Tanggap Bencana untuk melayani masyarakat di enam kabupaten terdampak.
Enam wilayah tersebut meliputi Kabupaten Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka. BAZNAS juga telah mengoperasikan 53 pos layanan kemanusiaan untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Dalam penanganan kebutuhan dasar, BAZNAS telah mendistribusikan 52.550 porsi makanan melalui dapur umum dengan kapasitas hingga 7.450 porsi per hari. Selain itu, dapur air menyediakan sekitar 3.500 gelas air minum per hari bagi warga yang membutuhkan.
Bantuan lainnya mencakup 928 paket logistik keluarga, perlengkapan kebersihan, selimut, terpal, sekolah darurat, serta layanan kesehatan. Hingga periode tersebut, layanan kesehatan BAZNAS telah menangani 619 pasien di tujuh titik penanganan.
Langkah BAZNAS menghadirkan dukungan psikososial menunjukkan bahwa penanganan bencana perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemulihan anak-anak penyintas harus menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan agar mereka dapat kembali merasa aman, memperoleh dukungan, dan melanjutkan aktivitas serta pendidikan setelah kondisi darurat berakhir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....