PMI Salurkan 20.000 Liter Air Bersih untuk Penyintas Gempa di Nagekeo
- 04 Sep 2026 12:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PMI juga mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan wadah dan menggunakan air secara bijak
- Ketua PMI Kabupaten Nagekeo Kristianus Pantaleon Jogo mengatakan kebutuhan air bersih meningkat setelah gempa
- Air bersih tersebut bersumber dari sumur bor Lape dan disalurkan ke penampungan masyarakat
RRI.CO.ID, Nagekeo - Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan 20.000 liter air bersih kepada penyintas gempa di Kabupaten Nagekeo, NTT. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
PMI Kabupaten Nagekeo menyalurkan air bersih melalui layanan Water, Sanitation and Hygiene (WASH). Bantuan tersebut menyasar masyarakat di Desa Marapokot, Desa Nggolonio, dan Desa Aeramo.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo Kristianus Pantaleon Jogo mengatakan, kebutuhan air bersih meningkat setelah gempa. PMI memastikan air dapat diterima langsung masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Setelah gempa, kebutuhan air bersih menjadi salah satu hal yang cukup penting bagi masyarakat. Semoga bantuan ini bermanfaat," ujar Kristianus dalam keterangan pers tertulis, Jumat, 4 September 2026.
Air bersih tersebut bersumber dari sumur bor Lape dan disalurkan ke penampungan masyarakat. Penampungan tersebut berupa viber dan bak semen yang tersedia di permukiman warga.
Sebanyak 5.000 liter air disalurkan ke Posko TPU, Desa Marapokot. Bantuan tersebut menjangkau 53 kepala keluarga atau 203 jiwa, termasuk kelompok rentan.
Kelompok rentan tersebut meliputi lanjut usia, balita, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan ibu menyusui. PMI juga menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga Desa Nggolonio.
Bantuan di Desa Nggolonio disalurkan ke RT 03 dan RT 04. Distribusi tersebut memenuhi kebutuhan tujuh kepala keluarga atau 28 jiwa.
Selanjutnya, 5.000 liter air bersih didistribusikan ke RT 17 Desa Aeramo. Bantuan tersebut memenuhi kebutuhan lima kepala keluarga atau 33 jiwa.
Mayoritas penerima bantuan di Desa Aeramo merupakan anak-anak, lanjut usia, dan ibu menyusui. PMI juga menyalurkan satu rit air bersih untuk memenuhi kebutuhan air di posko.
Dengan demikian, total distribusi mencapai empat rit atau 20.000 liter air bersih. Bantuan tersebut menambah distribusi air bersih PMI selama respons tanggap darurat gempa Nagekeo.
Hingga, Jumat ini, PMI Kabupaten Nagekeo telah mendistribusikan 120.000 liter air bersih. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak dan posko sejak 5 Agustus 2026.
"Kami akan terus memantau kebutuhan air bersih di masyarakat. Kami juga akan terus menyesuaikan layanan penyaluran," kata Kristianus.
PMI juga mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan wadah dan menggunakan air secara bijak. Layanan air bersih menjadi salah satu prioritas PMI bagi masyarakat terdampak bencana gempa.
Sejumlah infrastruktur air masih belum berfungsi optimal setelah mengalami kerusakan akibat gempa. Kondisi tersebut diperparah dengan wilayah terdampak kekeringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....