Pengguna Stasiun Sudirman Baru Melonjak 3x Lipat, KAI Commuter Perkuat Layanan
- 02 Sep 2026 16:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- * Volume penumpang Stasiun Sudirman Baru melonjak tiga kali lipat pada hari kedua integrasi stasiun hingga mencapai 8.662 orang turun di jam sibuk pagi.
- * KAI Commuter mengoperasikan hall baru di sisi timur dan barat serta mengoptimalkan layanan fasilitas prioritas bagi lansia dan disabilitas.
- * Peron Stasiun Karet bakal dialihfungsikan menjadi area drop-off atau lay-by guna mengurai kemacetan di Jalan KH Mas Mansyur.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT KAI Commuter mencatat lonjakan volume penumpang di Stasiun Sudirman Baru hingga mencapai tiga kali lipat. Kenaikan drastis penggunaan fasilitas layanan transportasi publik terjadi pada hari kedua pelaksanaan proses integrasi antarstasiun di Jakarta.
Volume pengguna yang turun di Stasiun tersebut, jam sibuk pagi tercatat 8.662 orang hingga pukul 12.00 WIB. Jumlah tersebut melonjak tajam 281 persen dari rata-rata volume normal harian sebelum pengerjaan proyek integrasi dilakukan.
KAICommuter mengoperasikan hall baru sisi timur, serta barat guna memecah kepadatan arus penumpang di area stasiun. Penambahan penerangan selasar dan pengerahan personel pengamanan dilakukan secara berkala demi menjamin keselamatan penumpang malam hari.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda memaparkan data akumulasi pergerakan penumpang serta optimalisasi sarana prasarana perkeretaapian. Keterangan pers resmi terkait penataan layanan Stasiun Sudirman Baru disiarkan secara tertulis pada Rabu, 2 September 2026.
“Total angka tersebut meningkat drastis 3 kali lipat dari sebelum proses integrasi ini yang hanya sebanyak sekitar 8 ribu orang untuk total pengguna yang naik dan turun di Stasiun Sudirman Baru,” kata Karina dalam keterangan kepada RRI.co.id , Rabu, 2 September 2026.

Karina meyakinkan publik bahwa penyediaan sarana bantuan khusus disiapkan bagi kelompok penumpang disabilitas serta lansia. Petugas lapangan disiagakan sepanjang selasar masuk stasiun guna memberikan pengawalan layanan prioritas secara cepat dan responsif.
“Selama proses pekerjaan integrasi Stasiun Sudirman Baru-Stasiun Karet ini, kami mohon maaf atas ketidaknyamannya. Kedepannya dengan peningkatan fasilitas dan pula meningkatkan layanan kepada pengguna Commuter Line yang lebih tertata dan naaman dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Karina.
Karina menutup penjelasannya dengan memaparkan rencana alih fungsi peron Stasiun Karet menjadi area pengoperasian tempat penjemputan penumpang. Penataan kawasan perkeretaapian terpadu diharapkan mampu mengurangi titik kemacetan lalu lintas di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur.
“Nantinya usai pekerjaan integrasi ini peron Stasiun Karet juga akan dialihfungsikan sebagai area drop-off / lay-by, sehingga integrasi Karet ini bisa sekalian menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di Jl. Mas Mansyur,” ucap Karina.
Kondisi demikian direspon beragam oleh para penumpang KRL. " Wah, sudah dua hari ini niy, tujuan ke tanah Abang saya yang biasanya turun di Stasiun Karet,lebih agak jauh," kata Maya penumpang KRL.
"Pengalihan Stasiun Karet ke Stasiun Sudirman Baru,membuat lonjakan seperti yang saya lewati tadi, hari ini. Saya pun beradaptasi lagi niy, sejak Karet di tutup," kata Ayu, pegawai swasta, Rabu, 2 September 2026.
Pemasangan tenda kanopi pada jalur pedestrian disiapkan guna melindungi calon penumpang dari potensi cuaca panas dan hujan. Evaluasi penataan alur pergerakan pengguna dilaksanakan secara ketat demi menjaga kenyamanan mobilitas harian warga di ibu kota.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....