Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih Atasi Kekeringan di Jonggol

  • 02 Sep 2026 10:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pekerjaan Umum menyalurkan 11.800 liter air bersih melalui BBWS Citarum dan BBWS Ciliwung Cisadane untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.
  • Penyaluran air bersih dilakukan di Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan total 3.800 liter dari BBWS Citarum.
  • Bantuan air bersih ditujukan untuk wilayah-wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air di musim kemarau.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 11.800 liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau dan kekeringan. Bantuan tersebut disalurkan melalui BBWS Citarum dan BBWS Ciliwung Cisadane kepada wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

Penyaluran dilakukan salah satunya di Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum melalui Tim Satuan Tugas Bencana menyalurkan 3.800 liter air bersih kepada masyarakat setempat.

Sementara itu, BBWS Ciliwung Cisadane turut mendukung penanganan dengan menyalurkan sebanyak 8.000 liter air bersih. Bantuan tersebut menjadi respons terhadap kondisi kekeringan yang mengurangi akses masyarakat terhadap sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Air bersih yang disalurkan kepada masyarakat Desa Weninggalih bersumber dari PDAM setempat dan diangkut menggunakan mobil tangki. Penyaluran dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama sumber air mengalami keterbatasan akibat musim kemarau.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi bagian penting dalam penanganan kekeringan. Menurutnya, Kementerian PU harus bergerak ketika sumber air masyarakat mulai mengering akibat kondisi musim kemarau.

“Ketika sumber air warga mengalami kekeringan, Kementerian PU melalui jajaran di lapangan harus bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Kita akan terus memantau kondisi dan memastikan dukungan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis kepada RRI.co.id , Rabu, 2 September 2026.

Kementerian PU menyebut musim kemarau menyebabkan sejumlah sumber air yang dimanfaatkan masyarakat mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membuat warga menghadapi kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melalui unit pelaksana teknis di daerah, Kementerian PU terus memantau kondisi wilayah yang terdampak kekeringan. Dukungan penyaluran air bersih akan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan yang ditemukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....