Wagub DKI: Pembiayaan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Pedagang Pasar
- 01 Sep 2026 18:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wagub DKI Rano Karno mengapresiasi dukungan pembiayaan Bank Jakarta kepada pedagang pasar di Jakarta.
- Rano optimis dukungan tersebut akan memperkuat kapasitas usaha dan meningkatkan kesejahteraan pedagang, khsusunya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
- Dukungan permodalan tersebut diharapkan mampu membantu pedagang mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi dukungan pembiayaan Bank Jakarta kepada pedagang pasar di Jakarta. Ia optimis, dukungan tersebut akan memperkuat kapasitas usaha dan meningkatkan kesejahteraan pedagang, khsusunya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Demikian disampaikam Rano saat menghadiri dan menyaksikan penandatanganan akad kredit massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin 1 September 2026. Pembiayaan tersebut diberikan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Non-KUR bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.
"Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati ini. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha," ujar Rano.
Menurutnya, dukungan permodalan tersebut diharapkan mampu membantu pedagang mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan. Ia pun mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya yang dinilai konkret dalam mendukung UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Rano mengungkapkan, lebih dari 5.000 pelaku usaha yang beraktivitas di Pasar Induk Kramat Jati, Bank Jakarta telah menyalurkan pembiayaan kepada 167 pedagang. Adapun total nilainya mencapai sekitar Rp48 miliar.
"Selain 100 orang yang melakukan akad kredit massal hari ini, dari total lebih 5.000 pelaku usaha yang ada di Pasar Induk Kramat Jati, Bank Jakarta telah menyalurkan program pembiayaan bagi 167 pedagang. Dengan besaran nominal mencapai sekitar Rp48 miliar," katanya.
Rano berharap kegiatan akad kredit massal tersebut dapat menarik lebih banyak pedagang untuk memanfaatkan program pembiayaan UMKM dari Bank Jakarta. Namun, ia mengingatkan akses terhadap pembiayaan formal harus diiringi dengan literasi keuangan.
Menurutnya, pemahaman pengelolaan keuangan bagi pedagang sangat penting. Agar pelaku UMKM mampu menerapkan manajemen usaha yang sehat.
"Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain," ucap Rano.
Bank Jakarta Harus Hadir Dekat Pedagang
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan program pembiayaan tersebut bukan sekadar penyaluran kredit. Program itu merupakan bagian dari upaya Bank Jakarta memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha mikro agar dapat berkembang dan naik kelas.
Bank Jakarta, kata Agus, menyediakan pembiayaan melalui skema KUR maupun Non-KUR. "Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank, tapi Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang," kata Agus.
Untuk KUR, Bank Jakarta menyediakan plafon hingga Rp100 juta tanpa memerlukan jaminan. Sementara melalui skema Non-KUR, pedagang dapat menjadikan lapak dagangannya sebagai jaminan dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta.
Adapun bunga pembiayaan Non-KUR tersebut sekitar 10 persen per tahun. "Bagi Bank Jakarta, keberhasilan bukan diukur dari seberapa besar kredit yang disalurkan," ujarnya.
"Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pembiayaan membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta. Dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas," kata Agus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....