TN Berbak Pulihkan Ekosistem Lahan Pascakarhutla
- 01 Sep 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Balai Taman Nasional (TN) Berbak dan Sembilang akan melakukan pemulihan ekosistem pada lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
- Pemulihan dilakukan pada area zona rehabilitasi di kawasan TN Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi
- Kepala Balai TN Berbak dan Sembilang Yunaidi mengatakan, pemulihan dilakukan melalui penanaman kembali sejumlah jenis pohon
RRI.CO.ID, Jambi - Balai Taman Nasional (TN) Berbak dan Sembilang akan melakukan pemulihan ekosistem pada lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemulihan dilakukan pada area zona rehabilitasi di kawasan TN Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Kepala Balai TN Berbak dan Sembilang Yunaidi mengatakan, pemulihan dilakukan melalui penanaman kembali sejumlah jenis pohon. Jenis tanaman yang disiapkan antara lain pulai (Alstonia scholaris) dan jelutung (Dyera costulata).
“Semua di zona rehabilitasi yang terbakar. Nanti akan dilakukan pemulihan ekosistem,” kata Yunaidi, Selasa, 1 Agustus 2026.
Menurutnya, pelaksanaan pemulihan ekosistem akan melibatkan kelompok tani hutan dari desa penyangga di sekitar kawasan taman nasional. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu proses rehabilitasi kawasan terdampak kebakaran.
Kebakaran sebelumnya terjadi pada 9 Agustus 2026 di Parit Empat, Resort Sungai Rambut, Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak. Kebakaran kembali terjadi di wilayah tersebut pada 29 Agustus 2026, tepatnya di Parit Dua dan Parit Tiga.
Kebakaran lainnya terjadi pada 26 Agustus 2026 di sekitar Resort Simpang Datuk, Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang. Api awalnya terdeteksi di lahan masyarakat sekitar 400 meter dari batas kawasan taman nasional.
Yunaidi mengatakan, kondisi cuaca dan arah angin menyebabkan api kemudian meluas hingga memasuki kawasan TN Berbak. Vegetasi berupa alang-alang serta paku-pakuan yang mengering turut meningkatkan kerentanan kawasan terhadap kebakaran.
“Karena faktor cuaca dan arah angin. Akhirnya meluas ke dalam kawasan TN Berbak,” ujarnya.
Berdasarkan perhitungan sementara, luas kawasan TN Berbak yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 47,7 hektare. Sementara lahan masyarakat di luar kawasan yang terbakar mencapai sekitar 34,2 hektare.
Terkait penyebab kebakaran, pihak TN Berbak menyebut masih terdapat dugaan adanya aktivitas pembakaran pada salah satu lokasi. Pemulihan kawasan selanjutnya akan difokuskan pada rehabilitasi vegetasi untuk mengembalikan fungsi ekosistem di area terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....