Jumlah Titik Panas Berkurang, Menhut Tetap Minta Waspadai Karhutla
- 01 Sep 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengatakan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum diturunkan. Meskipun jumlah titik panas atau hotspot di enam provinsi prioritas menunjukkan tren penurunan hingga akhir Agustus 2026.
Menurut Menhut, berkurangnya jumlah titik panas merupakan perkembangan positif yang didukung berbagai upaya penanganan. Baik melalui operasi darat, modifikasi cuaca (OMC), maupun pemadaman dari udara.
Namun, lanjut dia, kondisi tersebut belum berarti Indonesia terbebas dari ancaman karhutla. Menurut Toni, panggilan akrabnya, pemerintah masih mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada September 2026.
“Di darat teman-teman bekerja keras, OMC bergerak, water bombing bergerak,” ujarnya, Selasa 1 September 2026. “Namun, dari segi nature-nya, kita belum keluar dari ancaman El Nino.”
Toni menambahkan September 2026 menjadi periode penting dalam upaya pengendalian karhutla. Menurut dia, pemerintah tidak bisa lengah meski jumlah titik panas mulai berkurang.
“Karhutla masa El Nino ini belum selesai sama sekali, kita belum aman,” ucapnya. “September ini adalah bulan perjuangan, ladang perjuangan kita.”
Menhut menegaskan pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan di enam provinsi prioritas. Di antaranya Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Salah satu upaya yang diintensifkan adalah OMC untuk membasahi lahan dan menjaga tinggi muka air tanah. Hal ini dilakukan apabila terdapat awan hujan yang berpotensi untuk disemai.
Pemadaman melalui udara juga dilakukan dengan water bombing, sedangkan penanganan di darat oleh Manggala Agni. Menhut mengatakan pemerintah juga menambah sumur bor, membangun sekat kanal, serta memperkuat peralatan bagi petugas di lapangan.
Meskipun demikian, keterbatasan sumber air masih menjadi tantangan dalam upaya pemadaman karhutla. “Dengan upaya tersebut, kami berharap potensi kebakaran dapat ditekan selama periode karhutla, terutama menjelang puncak El Nino,” kata Menhut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....