Germany Brilliant Bantu Warga Sade Bangkit dari Kebakaran

  • 01 Sep 2026 01:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran Desa Adat Sade pada 22 Agustus 2026 berdampak pada 189 kepala keluarga dan 320 pelaku pariwisata. Sebanyak 75 rumah adat dan 69 toko seni serta sejumlah bangunan tradisional dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
  • Germany Brilliant (GB) Sanitaryware melalui program CSR turun langsung membantu warga terdampak dengan menyalurkan beras, susu, makanan anak, pampers, dan terpal.
  • Germany Brilliant menegaskan komitmennya terhadap solidaritas sosial dan pemberdayaan masyarakat, dengan semangat "Sade Bangkit, Sade Lestari."

RRI.CO.ID, Lombok - Api memang telah padam. Namun, bagi warga Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, perjuangan sesungguhnya baru dimulai.

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026, telah mengubah wajah salah satu kampung adat Sasak yang selama ini menjadi tujuan wisatawan nusantara dan mancanegara.

Rumah-rumah adat yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, toko seni tempat warga menggantungkan penghasilan, hingga sejumlah bangunan tradisional lainnya harus menghadapi kerusakan akibat kobaran api.

Berdasarkan data sementara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah bersama tim lapangan Politeknik Pariwisata Lombok per 27 Agustus 2026, kebakaran berdampak terhadap 189 kepala keluarga dan 320 pelaku pariwisata.

Sebanyak 75 rumah adat, 69 toko seni, delapan lumbung alang, satu menara pantau, empat Berugak Sekenam, enam Berugak Sakepat, satu Bale Beleq, serta sejumlah fasilitas umum tercatat mengalami kerusakan.

Di tengah situasi tersebut, bantuan dari berbagai pihak mulai mengalir, alah satunya datang dari Germany Brilliant (GB) Sanitaryware melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Tim Germany Brilliant turun langsung ke Desa Adat Sade untuk menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.

Beras menjadi bagian dari bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Sementara, susu dan makanan anak diberikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan balita.

Bantuan popok bayi atau diapers juga disalurkan untuk kebutuhan kebersihan balita. Adapun terpal diberikan sebagai sarana penunjang bagi warga yang membutuhkan atap sementara setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

Bagi warga yang tengah buerusaha menata kembali kehidupan, bantuan tersebut bukan sekadar barang. Ia menjadi tanda bahwa mereka tidak berjalan sendirian.

General Manager Germany Brilliant, Yapto Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

"Kegiatan CSR ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk senantiasa hadir dan memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan membawa kebahagiaan bagi warga Desa Sasak," ujar Yapto.

Bukan Sekadar Membangun Kembali Rumah

Sade memiliki arti lebih dari sekadar destinasi wisata. Kampung adat ini merupakan salah satu ruang hidup masyarakat Sasak yang hingga kini masih mempertahankan berbagai tradisi dan bentuk arsitektur leluhur secara turun-temurun.

Rumah tradisional masyarakat Sade yang disebut bale memiliki karakter khas. Atapnya menggunakan ijuk, rangka atap memanfaatkan bambu tanpa paku, dinding dibuat dari anyaman bambu, dan lantainya menggunakan tanah.

Keunikan tersebut menjadi bagian dari daya tarik Sade di mata wisatawan. Pertumbuhan kunjungan wisatawan juga semakin didukung kemudahan akses sejak Bandara Internasional Lombok di Praya beroperasi pada 2011.

Karena itu, ketika sebagian bangunan tradisional Sade terbakar, yang hilang bukan hanya bangunan fisik. Ada ruang kehidupan, aktivitas ekonomi, dan bagian dari warisan budaya yang ikut terdampak.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan pemulihan Sade membutuhkan rencana jangka panjang dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, para mitra, serta masyarakat adat.

"Kami dari Kementerian Pariwisata bersama poltekpar juga membantu. Kami akan rapatkan dengan pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat," kata Widiyanti dalam keterangan pers Kementerian Pariwisata yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut dia, diperlukan rencana induk rekonstruksi desa adat agar pembangunan kembali Sade sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus tetap menjaga karakter budaya setempat. Kementerian Pariwisata juga menyatakan akan mendukung pemulihan ekosistem pariwisata di Sade, termasuk melalui peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat.

Menyalakan Kembali Harapan

Bagi Germany Brilliant, kepedulian terhadap masyarakat tidak berhenti pada produk dan bisnis. Yapto mengatakan, pembangunan kehidupan masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan fasilitas fisik, tetapi juga bagaimana mengembalikan rasa percaya diri, senyum, dan martabat mereka setelah menghadapi musibah.

"Membangun kehidupan bukan hanya tentang sanitasi yang baik, tapi tentang mengembalikan senyum dan martabat kemanusiaan. Sade Bangkit, Sade Lestari," ujar Yapto.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Germany Brilliant untuk menjalankan program sosial secara berkelanjutan. Perusahaan tidak hanya berfokus pada inovasi produk perlengkapan rumah tangga, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial untuk membantu masyarakat Indonesia.

Di Sade, proses untuk bangkit mungkin tidak berlangsung dalam semalam. Rumah adat harus dibangun kembali, aktivitas ekonomi masyarakat harus dipulihkan, tradisi harus tetap dijaga, dan kepercayaan wisatawan terhadap Sade sebagai destinasi budaya perlu kembali ditumbuhkan.

Namun, di antara puing-puing yang tersisa, bantuan yang datang membawa satu pesan penting: Sade masih memiliki harapan. Api boleh menghanguskan sebagian bangunan. Tetapi semangat masyarakat untuk mempertahankan warisan leluhur tidak ikut terbakar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....