Pemkab Bekasi Kirim 20 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT
- 29 Agt 2026 06:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bantuan tersebut meliputi beras, mie instan, air mineral, susu, serta perlengkapan bayi.
- Bantuan tersebut diberangkatkan dari kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menuju Bandara Halim Perdana Kusuma.
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Pemkab Bekasi mengirimkan sebanyak 20 ton bantuan logistik untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut meliputi beras, mie instan, air mineral, susu, serta perlengkapan bayi.
Bantuan tersebut diberangkatkan dari kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menuju Bandara Halim Perdana Kusuma. Pemberangkatan dilepas langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, Jumat, 28 Agustus 2026.
Asep mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Bekasi terhadap warga yang terdampak bencana. Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap korban bencana terus berlanjut
“Alhamdulillah kita memberikan sedikit bantuan untuk masyarakat di NTT agar meringankan beban mereka. Ke depan, Bekasi selalu peduli dengan adanya bencana yang ada di Indonesia," katanya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia juga mengatakan, Pemkab Bekasi akan memantau perkembangan kondisi di NTT. Jika situasi bencana masih berlangsung dan kebutuhan bantuan meningkat, Pemkab Bekasi membuka kemungkinan kembali mengirimkan bantuan.
"Situasi di sana akan terus kami pantau. Kalau misalnya masih membutuhkan adanya bantuan kita bantu lagi," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan, bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak. Mulai dari dunia usaha, serta pengusaha yang tergabung dalam klaster logistik.
“Yang pertama bantuan yang kita terima ini dari industri. Kemudian ada juga dari pengusaha yang tergabung dalam klaster logistik dan juga dari masyarakat,” katanya.
Muchlis menjelaskan, jenis bantuan yang dikirim disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak dan arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Karena itu, bantuan yang diberangkatkan diprioritaskan untuk kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari.
“BNPB sudah menentukan barang-barangnya. Jadi tidak asal bantuan apa saja, karena kita memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....