MPLS Dimulai, Siswa Sekolah Rakyat Bekasi Bakal Dibekali Materi Kedisiplinan

  • 31 Agt 2026 21:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Masa tersebut akan berlangsung selama 14 hari atau dua minggu kedepan.
  • MPLS sendiri tidak hanya diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga pembiasaan aktivitas sehari-hari serta pembangunan kedisiplinan dan adaptasi dengan pola kehidupan sekolah berasrama.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi resmi dibuka, Senin, 31 Agustus 2026. Masa tersebut akan berlangsung selama 14 hari atau dua minggu kedepan.

MPLS sendiri tidak hanya diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga pembiasaan aktivitas sehari-hari. Serta pembangunan kedisiplinan dan adaptasi dengan pola kehidupan sekolah berasrama.

"Di situ nanti anak-anak diajari kedisiplinan, misalkan menata kasur, kemudian mencuci, menyetrika. Lalu diajari bangun pagi, shalat Subuh bagi yang muslim, olahraga, mandi, sarapan, baru masuk kelas," kata PIC Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi Kementerian Sosial RI, Budi Satriyo, Senin, 31 Agustus 2026.

Setelah menyelesaikan MPLS, peserta didik kemudian akan menjalani masa matrikulasi. Yang berlangsung selama tiga bulan sebelum memasuki pembelajaran normal.

Menurut Budi, matrikulasi diperlukan karena latar belakang pendidikan peserta didik tidak sama. Sebagian anak pernah mengalami putus sekolah atau bahkan belum mendapatkan pendidikan secara berkelanjutan.

“Ada yang putus sekolah, ada yang tidak sekolah atau mungkin anak-anak normal yang kurang beruntung. Jadi perlu disiapkan dulu, disetarakan dulu, baru setelah masa itu pembelajaran normal,” katanya.

Masa matrikulasi tersebut menjadi tahap penting. Untuk memastikan peserta didik memiliki kesiapan belajar yang relatif setara sebelum mengikuti kurikulum pembelajaran secara reguler.

Setelah memasuki pembelajaran normal, jam sekolah dan waktu belajar peserta didik mengikuti ketentuan pendidikan yang berlaku. Namun, aktivitas siswa tidak berhenti ketika pembelajaran di kelas selesai.

Pada malam hari, para siswa akan mengikuti kegiatan character building atau pembentukan karakter. Kegiatannya antara lain belajar kelompok, diskusi bersama, serta kegiatan keagamaan sesuai agama masing-masing.

Dengan pola tersebut, kehidupan siswa di Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Tetapi juga pembentukan kemandirian, kedisiplinan dan karakter.

“Yang muslim ngaji, shalat berjamaah, kemudian yang non muslim ada pelajaran agama masing-masing. Bisa belajar kelompok atau mungkin diskusi bersama,” katanya.

Penggunaan telepon seluler juga tidak diperkenankan bagi siswa. Selama siswa sedang menjalani masa pembelajaraan di sekolah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....