BMKG: Modifikasi Cuaca di Jabar Belum Bisa Dilakukan karena Kondisi Awan Minim

  • 30 Agt 2026 22:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Keberadaan awan menjadi salah satu syarat utama modifikasi cuaca.
  • Hujan masih bisa terjadi di Jawa Barat berupa hujan lokal kendati saat ini tengah dalam musim kemarau dan El Nino.

RRI.CO.ID, Kota Bandung- BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung menyatakan pelaksanaan modifikasi cuaca di Jawa Barat belum dapat dilakukan. Sebab potensi awan di wilayah sasaran masih minim.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan, keberadaan awan menjadi salah satu syarat utama modifikasi cuaca. Yang dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Nah, saat ini potensi awannya masih kurang dari 30 persen, jadi tidak memungkinkan untuk dibuat modifikasi cuaca. Kita harus menunggu awannya mengumpul baru bisa melakukan hal tersebut," katanya, dalam keterangan persnya, Minggu, 30 Agustus 2026.

Suaidi mengatakan wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bandung, memiliki karakteristik musim yang jelas karena masuk dalam Zona Musim (ZOM). Yakni wilayah yang memiliki perbedaan musim hujan dan kemarau yang relatif tegas.

Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah wilayah non-ZOM. Yang cenderung mengalami hujan sepanjang tahun, seperti kawasan pesisir barat Sumatera.

Ia mengatakan, hujan bisa saja terjadi di Jawa Barat. Meski saat ini Jawa Barat berada dalam periode musim kemarau dan dipengaruhi fenomena El Nino.

Menurut dia, hujan lokal masih berpotensi turun ketika terjadi pembentukan dan pengumpulan awan di suatu wilayah. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan cuaca terasa gerah sebelum hujan turun.

“Isu El Nino itu bukan berarti panas sepanjang masa. Hujan masih bisa terjadi karena ada pengumpulan awan yang akhirnya jatuh sebagai hujan lokal,” katanya.

Ia mengatakan potensi hujan lokal tersebut antara lain dipengaruhi massa air yang bergerak dari wilayah selatan. Seperti Samudra Hindia, serta dinamika angin yang terjadi selama periode musim angin baratan maupun timuran.

“Hujan lokal ini sangat bergantung pada massa air yang dibawa dari selatan. Seperti dari Samudra Hindia, yang dipengaruhi oleh musim angin baratan atau timuran nantinya,” ujarnya, mengakhiri keterangannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....