Kementerian PU Salurkan 9.200 Liter Air Bersih untuk 185 KK di Nabire
- 28 Agt 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pekerjaan Umum menyalurkan 9.200 liter air bersih kepada 185 kepala keluarga di Kabupaten Nabire, Papua Tengah yang terdampak kekeringan.
- Bantuan air bersih disalurkan di tiga titik permukiman setelah sumur warga mengering akibat kondisi alam yang tidak mendukung.
- Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa pemenuhan air bersih merupakan prioritas pemerintah dalam menangani kekeringan masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 9.200 liter air bersih kepada sekitar 185 kepala keluarga terdampak kekeringan. Bantuan tersebut disalurkan di tiga titik permukiman Kabupaten Nabire, Papua Tengah, setelah sumur warga mengering.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan air bersih menjadi bagian penting dalam penanganan kekeringan masyarakat. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan ketersediaan air ketika sumber utama masyarakat mengalami kekeringan.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan ketersediaannya. Ketika sumber air warga mengalami kekeringan, Kementerian PU melalui jajaran di lapangan harus bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Dody dalam keterangan tertulis Jumat, 28 Agustus 2026.
Dody menyebut Kementerian PU akan terus memantau kondisi masyarakat terdampak kekeringan di wilayah tersebut. “Kita akan terus memantau kondisi dan memastikan dukungan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Penyaluran air bersih dilakukan Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua pada tiga lokasi terdampak. Lokasi tersebut meliputi SP C Jalur 3, SP 1 Jalur 2 Timur, dan SP 1 Jalur 1 Timur.
Bantuan sebanyak 9.200 liter air bersih tersebut diangkut menggunakan dua unit dump truck. Untuk pendistribusian dilakukan dengan empat tandon yang masing-masing memiliki kapasitas sekitar 2.300 liter.
Berdasarkan pemantauan lapangan, kebutuhan air masyarakat diperkirakan mencapai 200 liter per kepala keluarga setiap hari. Dengan sekitar 185 kepala keluarga (KK) terdampak, kebutuhan air tiga lokasi mencapai sekitar 37.000 liter setiap hari.
Di SP C Jalur 3, sekitar 60 kepala keluarga terdampak setelah sumur warga mengalami kekeringan. Kondisi serupa terjadi di SP 1 Jalur 2 Timur yang dihuni sekitar 60 kepala keluarga terdampak.
Sementara itu, sekitar 65 kepala keluarga di SP 1 Jalur 1 Timur mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Ketika sumur mengering, masyarakat memanfaatkan Sungai Kalibumi yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman.
Kekeringan juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas umum yang digunakan masyarakat setempat. Fasilitas terdampak mencakup sekolah, tempat ibadah, dan puskesmas di wilayah tersebut.
Kementerian PU melalui BWS Papua akan memantau kondisi lapangan dan menyalurkan air bersih secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....