PU Alokasikan Rp9,28 Miliar untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi DI Aceh Tenggara

  • 28 Agt 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan Rp9,28 miliar untuk rehabilitasi Daerah Irigasi Lawe Alas di Aceh Tenggara mencakup saluran sepanjang 0,80 kilometer.
  • Proyek ini ditargetkan untuk meningkatkan layanan irigasi seluas 398 hektare guna mendukung produktivitas pertanian lokal.
  • Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi adalah prioritas strategis untuk menjaga keandalan air pertanian dan ketahanan pangan nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan Rp9,28 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Daerah Irigasi (DI) Lawe Alas di Aceh Tenggara. Anggaran tersebut digunakan untuk menangani saluran sepanjang 0,80 kilometer dengan sasaran layanan irigasi seluas 398 hektare.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan air pertanian. Menurutnya, ketersediaan air yang terjaga diperlukan untuk mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.

“Kementerian PU terus memastikan infrastruktur irigasi dapat berfungsi secara optimal sehingga ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi infrastruktur dan kebutuhan layanan di lapangan,” kata Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat, 28 Agustus 2026.

Penanganan DI Lawe Alas atau Kutacane Lama ini berada di Desa Biak Muli Pante Raja. Infrastruktur tersebut berada di Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melalui kegiatan irigasi permukaan, rawa, dan non-padi tahun 2026. Untuk masa pelaksanaan konstruksi ditetapkan selama 147 hari kalender dengan cakupan penanganan saluran sepanjang 0,80 kilometer.

Menteri PU menyebut, pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi jaringan irigasi juga akan disertai pengawasan terhadap kualitas pekerjaan. Ia menilai pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Kita tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan. Tetapi juga memastikan kualitas konstruksi dan fungsi layanan irigasi dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kementerian PU berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target dan memenuhi standar kualitas konstruksi yang ditetapkan. Penanganan tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan irigasi sekaligus mendukung kebutuhan pertanian masyarakat Aceh Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....