Nelayan Garam Sebubus Didorong Perkuat Koperasi & Perluas Pasar Produk Kelautan
- 24 Agt 2026 11:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nelayan garam Desa Sebubus mengikuti pelatihan koperasi dan pemasaran produk kelautan pada 22-24 Agustus 2026 di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
- Kelompok nelayan garam menjadi anggota Koperasi Pesisir Surya Samudera untuk memperkuat kelembagaan dan kemandirian ekonomi nelayan.
- PSPP UMJ berharap terbentuk kolaborasi terukur dengan pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan usaha rakyat dan peningkatan ekonomi desa di kawasan pesisir dan perbatasan Sambas.
RRI.CO.ID, Sambas - Nelayan garam binaan Pusat Studi Perbatasan dan Pesisir Universitas Muhammadiyah Jakarta (PSPP UMJ) mengikuti pelatihan tata kelola koperasi dan pemasaran produk kelautan pada 22-24 Agustus 2026. Kegiatan bertema "Tata Kelola Koperasi dan Pemasaran Produk Kelautan" tersebut berlangsung di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dan diikuti pengurus serta anggota Koperasi Pesisir Surya Samudera.
PSPP UMJ sejak 2022 telah mendampingi nelayan ubur-ubur di Desa Sebubus melalui pengembangan berbagai fasilitas pengolahan hasil laut. Pendampingan tidak hanya mencakup Kilang Multifungsi Ubur-ubur dan Lobster, tetapi juga pembangunan tunnel atau rumah garam sebagai solusi atas keterbatasan pasokan garam yang dibutuhkan dalam pengolahan ubur-ubur.
Dari pendampingan tersebut kemudian dibentuk kelompok nelayan garam yang mengembangkan rumah garam dan menjadi bagian dari Koperasi Pesisir Surya Samudera.
Pelatihan diawali pengantar dari Pengurus Daerah Muhammadiyah Sambas, Dr Munadi, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Desa Sebubus, Irfan Riyadi, serta pengarahan Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Husin Darmawan. Ketiganya selama ini turut mengawal program pemberdayaan masyarakat nelayan yang dilakukan PSPP UMJ di kawasan pesisir dan perbatasan Sambas.
Rangkaian pelatihan menghadirkan pemateri dari unsur akademisi, pemerintah daerah, serta pakar pendampingan dengan materi yang mencakup pengelolaan koperasi hingga strategi pemasaran produk kelautan.
Ketua PSPP UMJ, Dr Endang Rudiatin, M.Si, mengatakan penguatan koperasi menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok yang terintegrasi. Sehingga, nilai tambah hasil laut dapat lebih banyak dinikmati masyarakat nelayan.
"Kunci utama peningkatan kesejahteraan nelayan tidak hanya terletak pada volume hasil tangkapan. Namun, pada bagaimana koperasi mampu mengelola rantai pasok dan menangkap peluang pasar produk olahan turunan," kata Endang kepada wartawan, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut dia, tata kelola koperasi yang profesional dan terintegrasi dapat membantu memangkas panjangnya rantai distribusi produk kelautan.
"Dengan tata kelola yang profesional dan terintegrasi, Koperasi Pesisir Surya Samudera dapat memangkas rantai distribusi yang panjang sehingga nilai tambah produk kelautan. Termasuk, komoditas unggulan seperti lobster dan ubur-ubur, bisa dirasakan langsung oleh masyarakat nelayan di perbatasan," ujarnya.
PSPP UMJ juga mendorong digitalisasi rantai nilai, dan penguatan kemandirian permodalan berbasis syariah. Serta, standardisasi kualitas produk perikanan, termasuk pemenuhan proses halal.
"Melalui pembinaan koperasi nelayan, kami berharap dapat mendorong digitalisasi rantai nilai, kemandirian permodalan syariah, serta standardisasi kualitas produk perikanan termasuk proses halal, agar nelayan lokal mampu menembus pasar yang lebih luas," kata Endang.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur Kalimantan Barat bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat ke rumah garam yang dikembangkan masyarakat. Endang berharap kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi yang terukur antara pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten, dengan Muhammadiyah melalui PSPP UMJ.
"Harapannya usaha rakyat di Paloh bisa berkelanjutan dan mampu meningkatkan perekonomian desa," kata dia.
Bekali Nelayan dari Hulu hingga Hilir
Pelatihan tersebut menjadi tahap final dari Pilot Project Desa Berdikari hasil kerja sama PSPP UMJ dengan DEKS Bank Indonesia. Program ini dirancang untuk membekali nelayan dan pengurus koperasi dengan pemahaman menyeluruh mengenai pengelolaan usaha dari sektor hulu hingga hilir.
Materi yang diberikan antara lain Kebijakan dan Potensi Produk Kelautan Sambas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sambas. Sementara, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas memberikan materi mengenai proses legalisasi hingga operasionalisasi koperasi.
Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai teknis perizinan usaha dan produk agar hasil produksi nelayan dapat memasuki pasar yang lebih luas.
Materi Solusi Organisasi dan Manajemen Risiko turut diberikan sebagai panduan dalam menyelesaikan berbagai persoalan organisasi. Materi tersebut menyoroti aspek legalitas formal, tata kelola kontrak, hingga strategi permodalan koperasi.
Ketua Koperasi Pesisir Surya Samudera, Halimin, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi sekaligus membuka rekrutmen anggota bagi para nelayan di Kecamatan Paloh. Keanggotaan akan diarahkan mencakup nelayan ubur-ubur, nelayan lobster, pelaku UMKM olahan produk kelautan dan perikanan, serta nelayan garam di Desa Sebubus dan Temajuk.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas basis anggota koperasi. Sekaligus, memperkuat ekosistem usaha kelautan masyarakat di kawasan pesisir dan perbatasan.
Seluruh rangkaian pelatihan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kemandirian ekonomi nelayan. Sekaligus, membangun usaha kelautan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di kawasan pesisir dan perbatasan Kabupaten Sambas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....