Puluhan Hektare Sawah di Sigi Terdampak Kekeringan

  • 24 Agt 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat sekitar 30 hingga 40 hektare lahan padi sawah terdampak kekeringan
  • Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya ketersediaan air di tengah cuaca panas yang terjadi di wilayah itu
  • Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi Afit Lamakarate mengatakan, data sementara tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Sigi Kota

RRI.CO.ID, Sigi - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat sekitar 30 hingga 40 hektare lahan padi sawah terdampak kekeringan. Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya ketersediaan air di tengah cuaca panas yang terjadi di wilayah itu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi Afit Lamakarate mengatakan, data sementara tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Sigi Kota. “Berdasarkan laporan, hingga saat ini baru masuk data dari Kecamatan Sigi Kota, yakni 30 sampai 40 hektare lahan padi sawah masyarakat terdampak kekeringan,” kata Afit, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurutnya, lahan pertanian yang paling terdampak umumnya berada di luar cakupan Irigasi Gumbasa. Sejumlah wilayah masih mengandalkan sumber air dari sungai pendukung yang belum dilengkapi sistem irigasi teknis.

Salah satunya Sungai Wuno yang mengalami penurunan debit air. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu produksi padi di Desa Oloboju, Desa Bora, dan sebagian Desa Watunonju.

“Debit air Sungai Wuno mengalami penurunan signifikan. Sehingga mengancam potensi gagal panen pada tanaman padi di sejumlah wilayah,” ujarnya.

Afit menjelaskan karakteristik tanah aluvial di sejumlah kawasan pertanian Sigi turut memengaruhi kondisi lahan. Tanah tersebut dapat menyerap air dengan cepat ketika hujan, tetapi kelembapannya juga lebih cepat berkurang saat cuaca panas.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan irigasi perpipaan yang diusulkan melalui Kementerian Pertanian dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III. “Sudah ada sekitar 80 titik disetujui untuk pembangunan irigasi perpipaan tahun ini dan dilanjutkan tahun 2027,” kata Afit.

Pemerintah daerah juga menginventarisasi kondisi lahan di kecamatan lainnya. Petugas lapangan dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) diminta memperbarui data untuk menentukan kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah.

“Untuk wilayah 15 kecamatan lainnya belum masuk laporan detailnya melalui pembaruan data ini guna memastikan langkah penanganan tepat sasaran,” ucapnya. Berdasarkan hasil validasi Luas Baku Sawah (LBS) hingga Desember 2024, Kabupaten Sigi memiliki lahan sawah seluas 15.280 hektare.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....