Kembali Dibuka Pascakebakaran, Menpar: Jaga Kelestarian Kawasan Wisata Bromo

  • 23 Agt 2026 15:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajak seluruh pihak menjaga kelestarian dan keberlanjutan kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.
  • Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan pascakebakaran.
  • Pembukaan kembali kawasan Bromo turut memulihkan aktivitas pariwisata dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajak seluruh pihak menjaga kelestarian dan keberlanjutan kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Ini setelah kawasan wisata tersebut kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan pascakebakaran.

“Bromo sudah kembali menerima wisatawan, tetapi kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya, menikmati Bromo berarti ikut menjaga Bromo. Jangan sampai kelalaian kita justru merusak alam yang menjadi alasan jutaan orang datang dan mengagumi kawasan ini,” kata Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026.

Widiyanti menegaskan, pembukaan kembali Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bukan berarti kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dapat dikurangi. Terlebih, Indonesia masih menghadapi musim kemarau sehingga ancaman kebakaran hutan dan lahan perlu terus diantisipasi.

Karena itu, wisatawan diminta mematuhi seluruh ketentuan dan arahan petugas di lapangan, menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan, dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Aktivitas yang harus dihindari antara lain membuat perapian, membuang puntung rokok, maupun meninggalkan benda lain yang berpotensi menjadi sumber api.

Menurut Widiyanti, Gunung Bromo bukan hanya ikon pariwisata Indonesia, tetapi juga merupakan bentang alam penting. Sekaligus ruang hidup masyarakat Tengger yang memiliki nilai budaya dan lingkungan yang harus dijaga.

“Pemulihan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan, kita ingin aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat kembali bergerak, namun alamnya juga harus tetap terlindungi. Inilah semangat pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang terus kita dorong,” ujarnya.

Widiyanti juga menyambut baik dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo. Kawasan tersebut kembali menerima kunjungan wisatawan sejak Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB.

Pembukaan kembali dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi kondisi kawasan pascakebakaran oleh Balai Besar TNBTS. Adapun kuota kunjungan ke kawasan Bromo tetap ditetapkan sebanyak 2.752 wisatawan per hari.

Wisatawan diimbau melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi serta memperhatikan informasi terbaru yang dikeluarkan Balai Besar TNBTS.

“Kami menyambut baik dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo. Ini menjadi kabar baik bagi wisatawan, sekaligus bagi masyarakat dan seluruh pelaku usaha pariwisata yang aktivitas ekonominya bergantung pada ekosistem pariwisata Bromo,” kata Widiyanti.

Menurutnya, pembukaan kembali kawasan Bromo turut memulihkan aktivitas pariwisata dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Mulai dari pengemudi jip, pemandu wisata hingga pelaku UMKM.

Kementerian Pariwisata, lanjut Widiyanti, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pariwisata untuk mendukung pemulihan aktivitas kepariwisataan. Koordinasi tersebut sekaligus dilakukan untuk memastikan wisatawan memperoleh informasi yang jelas dan terkini mengenai kondisi destinasi serta ketentuan kunjungan ke kawasan Bromo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....