Gempa M 4,8 Kembali Guncang NTT, Berpusat di Timur Laut Ruteng
- 23 Agt 2026 02:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa bumi dengan magnitudo 4,8 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 23 Agustus 2026, dini hari.
- Gempa berpusat di perairan yang berjarak sekitar 84 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.
- Gempa M4,8 ini menambah rangkaian aktivitas seismik yang terjadi di wilayah NTT dalam beberapa jam terakhir.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi dengan magnitudo 4,8 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 23 Agustus 2026, dini hari. Gempa berpusat di perairan yang berjarak sekitar 84 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diunggah melalui akun resmi X, gempa terjadi pada pukul 00.42 WITA. Gempa tersebut berada pada koordinat 7,85 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,50 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 31 kilometer.
Hingga berita ini ditulis, BMKG belum menyampaikan informasi mengenai potensi tsunami maupun laporan terkait kerusakan bangunan dan korban akibat gempa tersebut. Gempa M4,8 ini menambah rangkaian aktivitas seismik yang terjadi di wilayah NTT dalam beberapa jam terakhir.
Berdasarkan pemantauan BMKG, sejumlah gempa dengan magnitudo antara 2,0 hingga 4,0 juga tercatat mengguncang wilayah perairan NTT.
Sebelumnya, pada Minggu (23/8) pukul 00.26 WITA, gempa bermagnitudo 4,0 mengguncang wilayah perairan yang berjarak sekitar 74 kilometer dari Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Gempa tersebut berpusat pada koordinat 7,95 derajat LS dan 120,56 derajat BT dengan kedalaman 14 kilometer. Rangkaian gempa tersebut terjadi di tengah masih berlangsungnya penanganan dampak gempa bumi yang sebelumnya mengguncang wilayah NTT.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG. Serta instansi kebencanaan terkait. "Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....