Polusi Jakarta Memburuk, BMKG: Cuaca Kering Bertahan hingga Oktober
- 21 Agt 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya belakangan ini terus menunjukkan kategori tidak sehat. Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan mengkonfirmasi kondisi saat ini dipicu oleh tingginya emisi polutan yang tidak terhalau oleh faktor cuaca alami.
Ardhasena menjelaskan aktivitas harian masyarakat di sektor transportasi, industri, dan energi di kawasan Jabodetabek menjadi kontributor utama emisi udara saat ini. Kondisi udara yang kering di musim kemarau panjang menyebabkan konsentrasi polutan bertahan di udara dalam waktu relatif lama tanpa adanya proses pembilasan alami di atmosfer.
"Di tengah kemarau ini kita tidak dibantu oleh alam, yaitu dengan tidak hadirnya hujan, maka faktor pencuci atmosfer itu sekarang lagi tidak ada," ujarnya.
Persoalan kualitas udara ini tidak hanya berdampak di pusat perkotaan, melainkan merata hingga ke daerah penyangga seperti Tangerang Selatan dan Bekasi, bahkan menjangkau kawasan Kepulauan Seribu akibat pergerakan angin.
BMKG memprediksi kondisi atmosfer yang cenderung kering ini masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
"Kondisi kering ini paling tidak akan berlangsung sampai pertengahan Oktober. Jadi secara jangka panjang, hingga pertengahan Oktober secara umum neraca air atmosfernya itu defisit," ucapnya.
Meski demikian, Ardhasena mengatakan spot-spot hujan dengan intensitas ringan dan terbatas masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah penyangga bagian selatan. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berpartisipasi aktif menekan polusi dengan mengutamakan penggunaan transportasi umum dalam beraktivitas harian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....