Gempa M5,3 Guncang Flores NTT, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

  • 21 Agt 2026 06:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bumi tektonik magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 21 Agustus 2026 pukul 01.12.55 WIB.
  • BMKG mencatat sebanyak 4.084 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

RRI.CO.ID, Jakarta: Gempa bumi tektonik magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 21 Agustus 2026 pukul 01.12.55 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 8,38 derajat Lintang Selatan dan 120,60 derajat Bujur Timur. Gempa berlokasi di laut, sekitar 41 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 23 kilometer.

BMKG menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang terjadi akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Sambi Rampas, Manggarai Timur, Reok, Manggarai, dan Kota Ruteng. Sementara itu, intensitas III MMI dirasakan di Kota Borong, Kota Bajawa, dan Kota Mbay.

Adapun intensitas II MMI dirasakan di Kota Labuan Bajo. Gempa M5,3 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026.

Hingga Kamis 20 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 4.084 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan BMKG akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan. Menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.

“Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” ujar Wijayanto dalam keterangan resmi BMKG, Jumat 21 Agustus 2026.

BMKG meminta masyarakat memastikan informasi mengenai gempa bumi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG. Termasuk media sosial @infoBMKG, laman BMKG, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....