Pascagempa NTT, Kementerian PU Perkuat Pendataan dan Pemeriksaan Bangunan Publik
- 18 Agt 2026 23:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU memperkuat tim pemeriksaan bangunan publik terdampak gempa untuk memastikan keamanan fasilitas pelayanan dasar
- Sebanyak 14 personel BPBPK NTT akan memeriksa rumah sakit, kantor pemerintahan, dan fasilitas publik terdampak
- Kementerian PU juga memperkuat layanan air bersih melalui pemeriksaan sarana, perbaikan jaringan, dan penyediaan prasarana
RRI.CO.ID, Nagekeo – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan pendataan pemeriksaan bangunan publik terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendataan dan pemeriksaan tersebut diprioritaskan pada fasilitas yang menjadi tumpuan pelayanan dasar masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemeriksaan harus dilakukan cepat agar kebutuhan masyarakat segera mendapatkan pelayanan. “Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis di Nagekeo, Selasa, 18 Agustus 2026.
Untuk mempercepat pengerjaan, Kementerian PU memperkuat tim lapangan melalui penambahan personel Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTT. Sebanyak 11 personel dijadwalkan berangkat dari Kupang menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Personel tambahan tersebut akan memperkuat tiga personel yang saat ini telah berada di lapangan. Dengan penambahan tersebut, total 14 personel akan melakukan pemeriksaan bangunan terdampak gempa.
Adapun pemeriksaan akan diawali dari Labuan Bajo dengan menyasar Rumah Sakit Komodo, Kantor Bupati, dan fasilitas publik lainnya. Setelah pemeriksaan selesai, tim akan bergerak menuju Ruteng dan wilayah lainnya untuk menyusuri bangunan terdampak.
Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan maupun perbaikan bangunan terdampak gempa. Pemeriksaan tersebut sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai keamanan fasilitas yang masih dibutuhkan.
Selain bangunan publik, Kementerian PU memperkuat penanganan sarana air minum di wilayah terdampak gempa. Pengecekan dilakukan di Nagekeo, Ende, dan Sikka dengan mencakup instalasi pengolahan air serta jaringan perpipaan.
BPBPK NTT melibatkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Pamsimas untuk membantu pendataan sarana air minum terdampak. Tim juga langsung menangani sarana yang mengalami gangguan selama proses pemeriksaan berlangsung.
Di Kabupaten Ende, tim melakukan perbaikan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Inpres 2024 IKK Nangaba Kecamatan Ende. Perbaikan tersebut dilakukan agar layanan air minum kembali mendukung kebutuhan masyarakat setempat.
Sebanyak 10 personel tambahan juga disiapkan untuk memperkuat pemeriksaan sarana air minum di sejumlah wilayah. Mereka akan mendukung pemeriksaan dan penanganan sarana air minum di Maumere, Ende, dan Nagekeo.
Di Nagekeo, Kementerian PU menyiapkan tiga Mobil Tangki Air untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak. Dua unit telah berada di lokasi, sementara satu unit merupakan kendaraan pinjam pakai penanganan banjir Mauponggo.
Selain itu, Kementerian PU menyediakan 16 unit Hidran Umum untuk memperkuat dukungan air bersih masyarakat terdampak. Meliputi, delapan unit tersedia untuk penanganan saat ini, sedangkan delapan lainnya merupakan pinjam pakai penanganan banjir Mauponggo.
Kementerian PU juga menginventarisasi pos pengungsian untuk memastikan kebutuhan air bersih dan sanitasi dapat dipenuhi. Jika sumber perpipaan terganggu, dukungan akan dilakukan melalui mobil tangki, hidran umum, atau tampungan air.
Kementerian PU memastikan pemeriksaan bangunan dan penanganan sarana air bersih terus dilakukan secara bertahap. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga layanan dasar masyarakat tetap berjalan selama masa tanggap darurat pascagempa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....