Pascagempa NTT, Sejumlah Wilayah Masih Lakukan Pemulihan Layanan Kesehatan

  • 18 Agt 2026 22:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur berlangsung hingga 18 Agustus 2026 dengan fokus pada rehabilitasi.
  • Sebanyak 27 puskesmas di Kabupaten Sikka mengalami kerusakan akibat gempa dan masih membutuhkan dukungan medis serta logistik.
  • Jumlah pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat mulai menurun, memungkinkan pergeseran fokus dari respons darurat ke rehabilitasi jangka panjang.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemulihan layanan kesehatan pascagempa Nusa Tenggara Timur terus dilakukan hingga 18 Agustus 2026. Kabupaten Sikka dan Manggarai Timur dilaporkan masih membutuhkan dukungan medis serta logistik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengatakan sebanyak 27 puskesmas terdampak gempa. Namun, jumlah pasien kini mulai menurun sehingga pelayanan kini berfokus pada rehabilitasi.

"Ada 27 puskesmas yang terdampak gempa, tapi dua hari terakhir ini pasiennya semakin berkurang. Sekarang kita hanya fokus rehabilitasi, karena bantuan tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan juga berdatangan," kata Petrus, saat berbincang bersama Pro3 RRI, Jakarta, 18 Agustus 2026.

Di Sikka terdapat enam titik pengungsian dengan satu posko induk yang menampung sekitar 1.200 orang. Pemerintah daerah mengerahkan ambulans dan puskesmas keliling untuk mendukung pelayanan di lokasi pengungsian.

Petrus menyebut gempa tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia di Kabupaten Sikka. Dua korban meninggal di area pelabuhan, satu tertimpa reruntuhan rumah, dan satu lainnya ditemukan oleh nelayan di laut.

"Korban meninggal ada empat orang, dua korban meninggal di pelabuhan saat mau naik kapal. Satunya di reruntuhan rumahnya, kemudian yang satunya ditemukan nelayan yang melaut saat gempa terjadi," ujarnya.

Terkait ketersediaan obat-obatan, ia memastikan kebutuhan pelayanan dasar masih dapat teratasi berkat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Bantuan logistik farmasi dan bahan pokok pun disebutnya sudah mulai berdatangan ke Kabupaten Sikka dalam beberapa hari terakhir.

Meski seluruh puskesmas tetap beroperasi, ia menjelaskan pelayanan sementara dilakukan di luar gedung. Pelayanan dilakukan menggunakan tenda darurat karena pasien masih mengalami trauma akibat gempa susulan yang terus muncul.

"Seluruh puskemas beroperasi, namun pelayanan masih di luar gedung dengan memakai tenda. Karena di dalam gedung, semua pasien dan keluarga pasien terkena trauma," ucapnya.

Lebih lanjut, Petrus mengatakan kebutuhan ambulans darat di Sikka masih mencukupi. Namun, pemerintah daerah membutuhkan ambulans perairan untuk mendukung evakuasi antarpulau.

Selain itu, Sikka masih membutuhkan tambahan 10 dokter umum, lima apoteker, dan 20 perawat. Petrus menyebut kecepatan rujukan pasien menjadi faktor penting dalam penanganan korban gempa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pelayanan Markas PMI Provinsi NTT, Adrian Jeharun, melaporkan kondisi Kabupaten Manggarai Timur. Kecamatan Kota Komba Utara dan Sambi Rampas menjadi wilayah yang dilaporkan paling terdampak.

"Di Kabupaten Manggarai Timur, kecamatan terdampak paling parah di Kecamatan Kota Komba Utara dan Kecamatan Sambi Rampas. Logistik yang dibutuhkan berupa tenda, makanan, penerangan, dan kebutuhan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, anak, dan lansia," ucap Adrian.

Adrian mengatakan kebutuhan tenda pengungsian masih kurang karena sebagian warga mengungsi secara mandiri. Adapun kebutuhan genset serta bantuan bagi kelompok rentan masih menjadi kebutuhan utama yang perlu segera dipenuhi. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....