KAI Commuter Siap Integrasikan Stasiun BNI City dan Stasiun Karet Akhir September
- 17 Agt 2026 15:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Commuter Indonesia mencatat lonjakan pengguna harian kereta rel listrik hingga mencapai 1,1 juta orang pascapandemi.
- Manajemen KAI Commuter menargetkan integrasi operasional Stasiun BNI City dan Stasiun Karet selesai pada 28 September 2026.
- Perusahaan memperbarui infrastruktur layanan penumpang termasuk penggantian penyeberangan rel manual menjadi eskalator di Stasiun Bogor.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia mencatat jumlah pengguna harian kereta rel listrik kini mencapai 1,1 juta orang. Lonjakan angka penumpang tersebut mendorong pembenahan berbagai sarana fisik pelayanan publik pada Senin, 17 Agustus 2026.
Pengelola angkutan massal merancang penggabungan operasional antara Stasiun BNI City dengan Stasiun Karet di Jakarta. Proyek integrasi dua stasiun transportasi perkotaan tersebut ditargetkan dapat rampung pada akhir bulan September mendatang.
Agenda perombakan sarana publik dipaparkan langsung oleh Director KAI Commuter Mochamad Purnomosidi di Jakarta. Momentum hari kemerdekaan nasional menjadi dorongan utama pihak perusahaan dalam melakukan evaluasi performa pelayanan.
"Dan kami dari pengelola angkutan juga diminta untuk berpartisipasi mempermudah akses menuju ke tempat acara (HUT ke-81 RI-red), kan gitu ya. Salah satunya dengan tadi, apa, tarif yang yang apa yang promo dan lain sebagainya, kan gitu," kata Mochamad Purnomosidi.

Corporate Secretary Vice President KAI Commuter Karina Amanda turut memberikan penjelasan mengenai pergerakan arus masyarakat. Pihak pengelola transportasi memperkirakan adanya pergeseran titik penumpukan pengguna jasa dari siang menuju sore hari.
"Saat ini untuk penumpang memang konsentrasinya masih menuju ke area Monas, ya. Karena nanti untuk yang di area Bundaran Hotel Indonesia, HI, ini akan mulai berlangsung di sore hari," ucap Corporate Secretary Vice President KAI Commuter Karina Amanda.
Purnomosidi menegaskan komitmen manajemen untuk memantau pergerakan arus penumpang agar situasi tetap aman serta kondusif. Pembenahan juga menyasar Stasiun Duri dan Stasiun Cawang yang menjadi titik pertemuan berbagai moda transportasi.
"Ya kami tetap akan berupaya bagaimana bisa melayani semaksimal mungkin, dan kami tidak tidak diam, tidak tidak cuma mendengarkan apa yang dikeluhkan oleh masyarakat ya," kata President Director Purnomosidi.
Karina menjelaskan upaya strategis penguraian kepadatan lalu lintas orang di kawasan Stasiun Bogor secara bertahap. Fasilitas penyeberangan rel manual yang dinilai membahayakan keselamatan jiwa penumpang akan segera diganti dengan eskalator.
"Kami juga menambah personel yang membantu layanan penumpang di stasiun-stasiun yang padat," ujar Vice President Karina.
Ia menyampaikan bahwa jadwal peluncuran hasil penggabungan dua stasiun tersebut bertepatan dengan ulang tahun KAI. Pembangunan fisik bangunan utama stasiun penyangga pusat ibu kota saat ini diklaim telah siap sepenuhnya.
"Insaallah BNI City ini kita akan 'launch' rencana 28 September-lah pas ulang tahun KAI. Nanti kita 'launch' sekaligus mengintegrasikan dengan Stasiun Karet," ucap Purnomosidi.
Karina menambahkan keterangan mengenai kesiapan sarana pendukung kenyamanan perjalanan seluruh pengguna jasa angkutan umum kereta. Pemasangan tangga berjalan otomatis di kawasan penghubung stasiun sedang dilakukan secara intensif oleh tim teknis.
"Secara infrastruktur besarnya udah siap," kata Karina.
Setelah integrasi aktif sepenuhnya maka Stasiun Karet tidak akan lagi melayani proses naik turun penumpang. Seluruh operasional pelayanan akan dialihkan secara total ke area peron baru milik Stasiun BNI City.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....