Catat! KAI Targetkan Integrasi Stasiun Karet-BNI City Beroperasi 28 September 2026
- 09 Jul 2026 00:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI menargetkan integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City mulai beroperasi pada 28 September 2026.
- Stasiun Karet akan dialihfungsikan menjadi concourse dengan fasilitas travelator berpendingin udara menuju Stasiun BNI City.
- Integrasi dilakukan untuk meningkatkan keselamatan operasional serta kenyamanan pengguna KRL Jabodetabek.
RRI.CO.ID, Yogyakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City beroperasi pada 28 September 2026. Target operasional tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 KAI sebagai penyelesaian proyek integrasi stasiun.
Integrasi kedua stasiun tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan operasional, sekaligus kenyamanan pengguna kereta rel listrik di Jabodetabek. Proyek itu juga mengubah fungsi Stasiun Karet menjadi area penghubung menuju Stasiun BNI City bagi seluruh penumpang.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan pekerjaan integrasi telah memperoleh persetujuan dan segera dipercepat penyelesaiannya. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menjelaskan proyek integrasi dikerjakan dengan target penyelesaian kurang dari tiga bulan.
"Sudah kita meeting-kan minggu lalu. Sudah kita approve, saya bilang sama teman-teman, saya tidak mau lebih dari tiga bulan untuk mengerjakan. Jadi targetnya kita adalah ketika kita nanti ulang tahun, kita sudah mulai operasikan di 28 September," kata Bobby dalam diskusi Jajaran Direksi PT KAI, bersama awak media dalam perjalanan menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) Kereta Wisata dari Yogyakarta menuju Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Bobby menjelaskan integrasi dilakukan, karena jarak sekitar 150 meter antarkedua stasiun memengaruhi pola operasional perjalanan kereta. Ia menilai kondisi tersebut membuat kereta kembali mengerem setelah mulai berakselerasi sehingga aspek keselamatan perlu ditingkatkan.
"Operasional di Karet sekarang berbahaya enggak? Berbahaya kan? Satu, jarak 150 meter. Begitu kereta itu digenjot, dia harus nge-rem lagi," ujar DZ sapaan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin dihadapan RRI.co.id .

DZ juga menyoroti aktivitas naik turun penumpang yang masih berlangsung di tepi jalan sekitar Stasiun Karet, ini membahayakan. DZ menyebut kendaraan ojek daring kerap menunggu di perlintasan sebidang tepat di atas rel saat jam sibuk sore.
Bobby menjelaskan Stasiun Karet akan dialihfungsikan menjadi concourse dengan fasilitas pendukung bagi seluruh pengguna kereta. "Stasiun Karet itu akan kita jadikan concourse. Jadi yang namanya drop-off penumpang nanti ada di concourse. Dari Karet sekarang itu ke BNI City kita sediakan travelator. Saya tutup travelatornya pakai AC," ucap Bobby.

Seluruh aktivitas naik dan turun penumpang nantinya dipusatkan di Stasiun BNI City melalui fasilitas penghubung tersebut. Stasiun Karet selanjutnya berfungsi sebagai akses menuju stasiun utama dengan fasilitas travelator berpendingin udara.
Bobby juga menjelaskan pembangunan jembatan penyeberangan orang di depan Shangri-La Jakarta menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Jadi, itu DKI yang bangun. Itu on progress. Kalau tidak salah tahun ini mulai mereka bangun," kata Bobby.
Sebelumnya, KAI pernah menargetkan integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City selesai pada akhir 2026. Target terbaru menetapkan operasional dimulai lebih awal bertepatan peringatan HUT ke-81 KAI pada September 2026.
"Rencana tahun ini (2026), November-Desember. Pokoknya kita bikin akan senyaman mungkin," kata Bobby saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
"Pokoknya pelanggan di Jabodetabek ini akan kita bikin senyaman mungkin. Nanti kita bikin travelator. Kayak di bandara-bandara gitu lah," tegas Bobby.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....