Nasionalisme Tak Cukup di Seremonial, Samuel Doko Dorong Kebersamaan di Masyaraka
- 17 Agt 2026 11:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diselenggarakan di Kantor Pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan menyelenggarakan upacara resmi, karnaval budaya, dan berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat luas.
- Samuel Doko, tokoh pemuda Papua Selatan, menekankan bahwa rangkaian kegiatan kemerdekaan bukan hanya sekadar perayaan melainkan sarana untuk memperkuat persaudaraan antarwarga dan menumbuhkan kesadaran nasional.
- Kegiatan bersama dalam peringatan kemerdekaan di Papua Selatan mencerminkan upaya membina rasa bangga dan solidaritas sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di lingkungan Kantor Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Selain upacara peringatan, suasana kemerdekaan diwarnai karnaval budaya dan berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat.
Tokoh pemuda Papua Selatan, Samuel Doko, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar memeriahkan peringatan kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan bersama menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari Indonesia.
"Nasionalisme tidak cukup hanya dibicarakan. Nasionalisme harus dirasakan dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat berkumpul, bergembira, menampilkan budaya, dan mengikuti kegiatan bersama, di situlah rasa persaudaraan dan kecintaan terhadap Indonesia tumbuh," kata Samuel dalam keterangan tertulis, Senin. 17 Agustus 2026.
Ia menilai karnaval budaya menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan HUT ke-81 RI di Papua Selatan. Keberagaman budaya yang ditampilkan, kata dia, menunjukkan bahwa identitas lokal memiliki tempat penting dalam bingkai kebangsaan Indonesia.
"Papua Selatan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Ketika budaya itu tampil dalam perayaan kemerdekaan, pesan yang disampaikan sangat kuat bahwa budaya Papua adalah bagian dari kekayaan Indonesia," ujarnya.
Samuel menegaskan, kecintaan terhadap Indonesia tidak harus menghilangkan identitas budaya masyarakat Papua. Sebaliknya, identitas lokal dapat menjadi fondasi untuk memperkuat nasionalisme.
"Kita tidak perlu memilih antara mencintai budaya Papua dan mencintai Indonesia. Keduanya bisa berjalan bersama. Justru dengan menjaga budaya, kita ikut memperkaya Indonesia," katanya.
Menurut Samuel, keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan kemerdekaan juga penting. Pemuda perlu diberikan ruang untuk berekspresi, berkreasi, sekaligus mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
"Pemuda jangan hanya menjadi penonton. Pemuda harus menjadi bagian dari energi perubahan. Kegiatan seperti karnaval, olahraga, perlombaan, dan ekspresi seni bisa menjadi ruang membangun solidaritas, kreativitas, dan karakter kebangsaan," tuturnya.
Ia berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Peringatan HUT RI, kata Samuel, harus menjadi momentum untuk mengingat kembali tujuan bernegara, termasuk menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat dan kesempatan yang adil bagi masyarakat.
"Merah Putih harus kita maknai sebagai komitmen untuk membangun Indonesia bersama. Kemerdekaan harus dirasakan melalui pendidikan yang baik, pelayanan publik yang semakin dekat, kesempatan ekonomi, lapangan kerja, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda," katanya.
Samuel juga berharap semangat kebersamaan yang muncul dalam perayaan HUT ke-81 RI dapat terus dipelihara setelah rangkaian kegiatan berakhir.
"Jangan sampai semangat persatuan hanya muncul pada 17 Agustus. Setelah perayaan selesai, semangat itu harus tetap hidup dalam kehidupan masyarakat, dalam pembangunan, dalam menjaga toleransi, dan dalam menghormati keberagaman," ujarnya.
Ia mengatakan, Papua Selatan memiliki pesan kebangsaan yang kuat bagi Indonesia. Dari wilayah timur Indonesia, masyarakat dapat menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang untuk bersatu.
"Indonesia adalah rumah bersama. Dari Papua Selatan kita ingin menunjukkan bahwa perbedaan budaya, suku, dan latar belakang bukan alasan untuk terpisah. Justru keberagaman itulah yang membuat Indonesia semakin kuat," ucap Samuel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....