Kepala Basarnas Pantau Penanganan Pascagempa Flores
- 16 Agt 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kupang - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii tiba di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026). Kedatangannya untuk memantau langsung operasi pencarian dan pertolongan pascagempa bumi magnitudo 7,7.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Fathur Rahman mengatakan, Kepala Basarnas dijadwalkan meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur. Peninjauan dilakukan untuk memastikan operasi SAR berjalan optimal dan kebutuhan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
“Bapak Kepala Basarnas bersama rombongan telah tiba. Dan dijadwalkan meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur,” kata Fathur, Minggu, 16 Agustus 2026.
Basarnas juga menyiagakan helikopter di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Helikopter tersebut dipersiapkan untuk mendukung proses evakuasi apabila terdapat korban yang membutuhkan penanganan medis melalui jalur udara.
“Helikopter Basarnas juga telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi medis udara secara cepat. Apabila diperlukan,” ujarnya.
Di Kabupaten Manggarai Timur, tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat mengevakuasi seorang nelayan yang dilaporkan tenggelam saat gempa terjadi. Korban ditemukan sekitar pukul 09.30 WITA di perairan Pantai Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, operasi penyisiran darat terus dilakukan di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo berdasarkan rencana operasi hari kedua. Tim melakukan penyisiran hingga radius 6,3 kilometer untuk memastikan tidak ada masyarakat yang masih membutuhkan pertolongan.
Di Kabupaten Manggarai, penyisiran menyasar wilayah Kecamatan Reo. Sedangkan di Kabupaten Nagekeo, petugas melakukan pencarian di Kelurahan Mbay, Desa Tungurambang, Desa Nangadhero, dan Desa Marpokot.
Hingga Minggu pukul 14.00 WITA, penyisiran belum menemukan tambahan korban meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dan pemantauan di sejumlah wilayah terdampak.
Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sementara, tercatat 51 orang meninggal dunia. Sebanyak 132 orang lainnya mengalami luka berat maupun ringan sehingga total korban yang telah terdata mencapai 183 orang.
Fathur mengatakan data tersebut masih bersifat dinamis dan akan diperbarui secara berkala melalui koordinasi dengan BPBD serta unsur terkait. Operasi pencarian dan pertolongan juga terus disesuaikan dengan perkembangan situasi serta hasil evaluasi di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....