Milad ke 41, Yayasan Al-Muhajirien Gelar Kegiatan Sosial dan Panggung Kreativitas
- 16 Agt 2026 05:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Adapun jenis kegiatan sosial yang dilangsungkan yaitu operasi katarak, khitanan massal hingga donor.
- Panggung kreativitas menampilkan pertunjukan seni dari siswa SMP Islam Al Azhar 44 dan SMA Islam Al Azhar 18 Grand Wisata.
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi - Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai merayakan Milad ke-41 dengan berbagai kegiatan, mulai dari aksi sosial hingga panggung kreativitas. Rangkaian kegiatan sosial telah dilaksanakan sekitar satu hingga dua bulan sebelum puncak perayaan Milad yang digelar pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Sejumlah kegiatan sosial yang dilakukan antara lain operasi katarak, khitanan massal, hingga donor darah. Sementara itu, panggung kreativitas digelar pada malam puncak Milad ke-41 Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai di Warkop Agam, Grand Wisata, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2026).
Panggung kreativitas tersebut menampilkan berbagai pertunjukan seni dari siswa SMP Islam Al Azhar 44 dan SMA Islam Al Azhar 18 Grand Wisata yang berada di bawah naungan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai. Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, H. M. Syafiudin, mengatakan panggung kreativitas menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas.
“Bagi siswa, panggung Milad bukan hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga pengalaman berharga untuk tampil di hadapan masyaraka. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sebuah perhelatan besar yayasan yang menaungi perjalanan pendidikan mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan, usia 41 tahun bukan sekadar perayaan angka, tetapi menjadi momentum bagi Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai untuk terus memperluas kebermanfaatan bagi umat dan masyarakat. “Bagi kami, ulang tahun ini bukan hanya sekadar angka, tetapi apa yang bisa kita berikan untuk bermanfaat buat umat,” katanya.
Syafiudin menjelaskan, pelaksanaan puncak Milad yang dipusatkan di Kampus Al Azhar Grand Wisata juga bertujuan mendekatkan keberadaan kampus kepada masyarakat, khususnya warga Grand Wisata dan sekitarnya. Menurutnya, perayaan Milad tidak hanya berfokus pada siswa dan orang tua murid, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian lokal dengan melibatkan pelaku UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem sekolah.
“Kami ingin semua UMKM yang ada di dalam ekosistem pendidikan kami, yang ada di kantin-kantin sekolah, kami ajak ke sini. Sehingga bisa memberikan pelayanan kuliner kepada para tamu,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....