Kadin Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di Kota Bekasi

  • 15 Agt 2026 18:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kadin Kota Bekasi menyiapkan 20 titik lokasi yang tengah di Kota Bekasi untuk dibangun fasilitas EV Station.
  • Sebagai bentuk dukungan Kadin siap bekerjasama dengan berbagai pihak membangun EV Statio

RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi mendukung penuh ekosistem kendaraan listrik di Kota Bekasi. Salah satunya dengan mendorong dibangunnya sejumlah fasilitas Electric Vehicle Charging (EV Station) atau stasiun pengisian Kendaraan listrik.

Ketua Kadin Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar mengatakan, sebagai bentuk dukungan Kadin siap bekerjasama dengan berbagai pihak membangun EV Station. Bahkan untuk awal akan ada 20 titik lokasi yang tengah disiapkan di Kota Bekasi untuk dibangun fasilitas EV Station.

Ia mengatakan, upaya tersebut merupakan wujud nyata komitmen pelaku usaha dalam mendukung transisi energi. Terutama transisi energi bersih atau hijau yang ramah lingkungan.

‎"Kadin Kota Bekasi tengah menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk mendirikan 20 titik pengisian baterai. Kami sudah menetapkan lokasi-lokasi yang potensial untuk digarap bersama," katanya, dalam peluncuran fasilitas EV Station di lingkungan STT Bina Tunggal, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pihaknya menegaskan keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik bukan sekadar proyek fisik infrastruktur. Lebih dari itu, fasilitas ini menjadi bagian penting dari perubahan mendasar dalam ekosistem transportasi dan energi bersih dan ramah lingkungan.

‎Ia juga menyebut bahwa kampus atau perguruan tinggi memiliki peranan strategis dalam transformasi energi. Sebab kampus bukan saja tempat menimba ilmu saja.

Menurutnya, kampus juga pusat pertumbuhan inovasi, penelitian, pengembangan teknologi. Sekaligus pencetak sumber daya manusia yang kompeten menghadapi dinamika industri.

Oleh karena itu, Kadin Kota Bekasi memandang pengembangan konsep kampus hijau (green campus) sebagai jembatan emas. Yakni untuk menyatukan sinergi antara akademisi, pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat.

"Saya berharap gagasan green campus tidak berhenti pada hadirnya fasilitas pengisian daya. Namun, bagaimana ekosistem ini bisa diperluas menjadi pusat pembelajaran sekaligus basis bisnis berbasis teknologi ramah lingkungan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....