Peringatan Tsunami Gempa NTT Berakhir, Sejumlah Bangunan Dilaporkan Rusak
- 15 Agt 2026 08:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berakhir. Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang kemudian dimutakhirkan menjadi M7,0 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8/2026) pagi.
“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa M7,7 dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG dalam keterangannya. BMKG juga mencatat adanya gelombang tsunami yang terdeteksi di sejumlah wilayah, di antaranya Sikka, Labuan Bajo, dan Dompu.
Guncangan gempa turut dirasakan kuat di Labuan Bajo. Warga dan wisatawan dilaporkan panik dan berhamburan keluar bangunan untuk menyelamatkan diri.
Sejumlah bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan. Di Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng, misalnya, bagian panel atap dilaporkan berjatuhan akibat guncangan gempa.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Hotel Jayakarta Labuan Bajo. Bagian plafon lobi ambruk dan sejumlah bagian tembok mengalami retakan.
Para tamu hotel terlihat keluar dari bangunan saat gempa terjadi. Di Kabupaten Manggarai Barat, kerusakan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Boleng dan Kecamatan Kuwus Barat.
Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan terdapat laporan rumah warga roboh. Hingga berita ini diturunkan, data mengenai jumlah kerusakan dan korban jiwa masih dalam pendataan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....