Tsunami Terdeteksi di NTT, Tertinggi Capai 0,94 Meter
- 15 Agt 2026 07:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi terkait tsunami yang terdeteksi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur.
- BMKG masih melakukan pemutakhiran data terkait gempa bumi dan tsunami serta perkembangan kondisi di wilayah terdampak.
RRI.CO.ID, Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi tsunami setelah gempa M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemutakhiran BMKG menunjukkan tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir dengan ketinggian berbeda.
Gelombang tsunami pertama terdeteksi di Kawapante setinggi 0,38 meter pada pukul 05.16 WIB. Selanjutnya, Flores Timur mencatat gelombang setinggi 0,25 meter pada pukul 05.24 WIB.
Gelombang tertinggi dalam pemutakhiran BMKG terdeteksi di Maurole. Ketinggian gelombang mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.
Tsunami juga terdeteksi di Bakalang dengan ketinggian 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB. BMKG masih melakukan pemutakhiran data terkait kondisi gempa dan tsunami di wilayah terdampak.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah pesisir, tetap waspada. Warga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah dan informasi resmi BMKG.
Masyarakat juga diminta menjauhi pantai dan tidak mempercayai informasi yang tidak bersumber dari BMKG. Perkembangan kondisi tsunami akan disampaikan melalui kanal resmi BMKG.
Sebelumnya gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT, Sabtu 15 Agustus 2026, pagi. BMKG menyebut gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB.
Selanjutnya BMKG mencatat terjadi gempa susulan bermagnitudo 6,2 setelah gempa pertama. Gempa susulan tersebut terjadi sekitar 15 menit setelah gempa utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....