Dari Inggris hingga Aceh Tamiang, Kolaborasi Kemanusiaan Pulihkan MIN 4

  • 11 Agt 2026 23:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Human Initiative dan Songs for Sumatra meresmikan renovasi MIN 4 Aceh Tamiang pada Sabtu, 8 Agustus 2026 untuk mendukung pemulihan pendidikan pascabencana.
  • Sekolah yang layak menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan setelah bencana alam.
  • Peresmian ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat infrastruktur pendidikan di Aceh Tamiang.

RRI.CO.ID, Aceh Tamiang: Renovasi MIN 4 Aceh Tamiang rampung setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi. Human Initiative bersama Songs for Sumatra meresmikan hasil renovasi sekolah tersebut pada Sabtu 8 Agustus 2026.

Perbaikan dilakukan untuk mendukung pemulihan pendidikan setelah sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan akibat bencana. Sebelumnya, siswa dan guru harus menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan berbagai keterbatasan akibat kerusakan fasilitas.

Renovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Songs for Sumatra, Human Initiative, diaspora Indonesia di Inggris. Lalu musisi, seniman, KBRI London, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Kolaborasi itu berawal dari gerakan Songs for Sumatra yang menghubungkan diaspora Indonesia di Inggris dengan berbagai pihak. Kepedulian tersebut kemudian diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pemulihan pendidikan di Aceh Tamiang.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung renovasi MIN 4 Aceh Tamiang. "Bantuan ini sebagai pertanda bahwa nilai kemanusiaan mampu menyatukan berbagai pihak untuk menghadirkan harapan bagi masyarakat kita agar pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat," ujar Armia.

Vice President of Organizational Services & Development Human Initiative, Andjar Radite, mengatakan pemulihan sekolah penting bagi keberlanjutan pendidikan. "Hari ini kita tidak hanya meresmikan kembali sebuah sekolah. Kita sedang menyaksikan sebuah ruang belajar kembali pulih," kata Andjar.

Menurutnya, pemulihan tersebut memberikan ruang yang lebih layak bagi guru untuk mengajar dan siswa untuk belajar. "Kita sedang menyaksikan para guru kembali memiliki tempat yang lebih layak untuk mendidik, dan anak-anak kembali mendapatkan ruang untuk belajar, tumbuh, serta membangun cita-citanya," ujarnya.

Renovasi mencakup 13 ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan, dan musala. Perbaikan juga dilakukan pada toilet, saluran drainase, pagar sekolah, gapura, serta instalasi kelistrikan.

Selain renovasi fasilitas, para mitra menyalurkan 723 paket seragam sekolah kepada siswa. Sebanyak 713 paket perlengkapan sekolah juga diberikan untuk mendukung kebutuhan belajar siswa.

Peresmian MIN 4 Aceh Tamiang menjadi bagian dari upaya pemulihan pendidikan pascabencana melalui kolaborasi berbagai pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....