Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan

  • 11 Agt 2026 15:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Bank Jakarta membangun fasilitas biodigester komunal untuk mengolah sampah organik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
  • Fasilitas pengelolaan sampah dibangun di dua lokasi strategis di Jakarta Utara, yaitu Rusunawa Rorotan dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara.
  • Program ini merupakan bagian dari komitmen Bank Jakarta dalam memperluas kontribusi terhadap pengelolaan sampah berbasis sumber dan penyediaan energi bersih di Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Bank Jakarta terus memperluas kontribusinya dalam pengelolaan sampah berbasis sumber dan penyediaan energi bersih di ibu kota. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Bank Jakarta membangun fasilitas biodigester komunal pengolah sampah organik.

Fasilitas itu dibangun di dua lokasi di Jakarta Utara. Yaitu Rusunawa Rorotan dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Kelurahan Rawa Badak Utara.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menanggulangi persoalan sampah. Dengan memanfaatkan teknologi biodigester, limbah organik rumah tangga diolah menjadi energi baru terbarukan berupa biogas serta pupuk organik.

"Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta," kata Agus dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) di Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurutnya, proyek ini juga selaras dengan implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta Tahun 2026. Fokusnya mencakup pengurangan emisi gas rumah kaca, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengelolaan limbah organik.

Secara teknis, masing-masing unit biodigester mampu mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit yang dibangun, total kapasitas pengolahan di dua lokasi tersebut mencapai 500 kilogram per hari.

Berdasarkan kajian teknis, pengoperasian kedua fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas setiap harinya. Keberadaan fasilitas ini diperkirakan mampu menekan emisi gas rumah kaca sebesar 423 kilogram CO2 ekuivalen per hari.

Hal yang sama disampaikan Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi. Ia mengatakan, strategi pengolahan sampah berbasis hulu membutuhkan kolaborasi dan konsistensi agar hasilnya berkelanjutan.

"Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber. Sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat," kata Arie.

Pembangunan fasilitas di Jakarta Utara ini menjadi proyek percontohan lanjutan bagi Bank Jakarta. Sebelumnya, pada November 2025, korporasi ini telah meresmikan instalasi biodigester komunal serupa di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....