Perjuangan Guru PAUD Pati Mulai Mendapat Kepastian

  • 11 Agt 2026 08:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Firman mengatakan, usulan memasukkan pendidikan PAUD dalam revisi UU Sisdiknas telah diakomodasi
  • Pada aspek afirmasi, Fraksi Golkar mendorong pemerintah membuka skema PPPK khusus bagi Guru PAUD
  • Kabar tersebut kemudian disambut haru para Guru PAUD yang selama ini memperjuangkan kepastian status dan kesejahteraan

RRI.CO.ID, Pati - Perjuangan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai mendapat titik terang. Harapan tersebut muncul melalui pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang kini tengah berjalan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, dalam kegiatan Asmas 4 Pilar MPR RI. Kegiatan tersebut diikuti ratusan Guru PAUD Kabupaten Pati pada Kamis, 7 Agustus 2026.

Firman mengatakan, usulan memasukkan pendidikan PAUD dalam revisi UU Sisdiknas telah diakomodasi. Menurutnya, RUU Sisdiknas kini mulai dibahas Komisi X DPR RI.

Firman menegaskan, perjuangan Guru PAUD akan dikawal melalui tiga aspek utama.

Ketiganya meliputi legislasi, anggaran, serta kebijakan afirmasi bagi tenaga pendidik PAUD.

Dari sisi legislasi, Fraksi Golkar mendorong ketentuan khusus mengenai Guru PAUD dalam revisi UU Sisdiknas. Ketentuan tersebut mencakup aspek kesejahteraan dan sertifikasi bagi tenaga pendidik PAUD.

Dari sisi anggaran, Firman menyatakan akan mengawal peningkatan Dana BOS PAUD dan BOP.

Pihaknya juga mendorong pemberian insentif nasional bagi Guru PAUD dengan penyaluran secara transparan.

Pada aspek afirmasi, Fraksi Golkar mendorong pemerintah membuka skema PPPK khusus bagi Guru PAUD. Kebijakan tersebut diharapkan memberikan kepastian masa depan bagi tenaga pendidik yang telah lama mengabdi.

“Ini bukan janji. Ini proses legislasi yang sedang berjalan. Penguatan pendidikan PAUD penting untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045," kata Firman dalam siaran pers tertulis, Selasa, 11 Agustus 2026.

Karena itu, kesejahteraan dan kepastian Guru PAUD dinilai perlu menjadi perhatian bersama.

Menurut Firman, penguatan pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidiknya.

Kabar tersebut kemudian disambut haru para Guru PAUD yang selama ini memperjuangkan kepastian status dan kesejahteraan. Ketua HIMPAUDI Kabupaten Pati, Siti Sudarwati, bahkan tidak kuasa menahan tangis saat menyampaikan aspirasi.

Siti mengatakan, para Guru PAUD telah mengabdi selama bertahun-tahun tanpa memperoleh kepastian yang memadai. Ia berharap perjuangan tersebut menghasilkan kebijakan yang memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.

“20 tahun kami mengabdi, Pak. Hari ini kami merasa didengar,” ujar Siti. Ia menyampaikan apresiasi kepada Fraksi Golkar yang dinilai telah mendengarkan aspirasi Guru PAUD.

Siti berharap pembahasan revisi UU Sisdiknas benar-benar memberikan kepastian bagi para Guru PAUD. Kepastian tersebut mencakup status, kesejahteraan, sertifikasi, serta dukungan anggaran bagi tenaga pendidik.

Menurutnya, perjuangan Guru PAUD bukan sekadar persoalan regulasi dan kesejahteraan tenaga pendidik. Perjuangan tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap pengabdian dalam membangun fondasi pendidikan generasi masa depan.

Para Guru PAUD berharap revisi UU Sisdiknas segera memberikan kepastian terhadap status dan kesejahteraan mereka. Mereka juga berharap kebijakan tersebut memperkuat dukungan pemerintah terhadap pendidikan anak usia dini di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....