Kementerian PU Optimalkan Bendungan Tapin untuk Hadapi Musim Kemarau

  • 10 Agt 2026 13:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU mengoptimalkan Bendungan Tapin untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau di Kalimantan Selatan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan Bendungan Tapin untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau di Kalimantan Selatan. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pertanian dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Optimalisasi bendungan menjadi bagian strategi menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino pada 2026. Ini juga bertujuan mendukung target swasembada pangan melalui jaminan pasokan air irigasi.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pengelolaan bendungan terus diperkuat untuk menjaga pasokan air berbagai sektor. Menurut dia, kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir harus tetap terpenuhi secara optimal.

“Bendungan dan infrastruktur sumber daya air terus dioptimalkan agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga,” ujarnya, Senin 10 Agustus 2026. “Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan.”

Bendungan Tapin dikelola Balai Wilayah Sungai Kalimantan III sebagai infrastruktur pengendali dampak El Nino di Kalimantan Selatan. Saat ini, volume tampungan bendungan mencapai 35.957.287 meter kubik atau sekitar 68,12 persen kapasitas muka air normal.

Kementerian PU menerapkan pola operasi waduk dengan mempertahankan ketersediaan air sesuai rencana operasi tahunan. Tujuannya untuk menjaga elevasi muka air tetap berada pada batas operasi normal bendungan.

Bendungan Tapin juga dapat menjaga kontinuitas pasokan air baku sebesar 500 liter per detik. Selain itu, infrastruktur tersebut dapat mempertahankan debit sungai untuk mendukung keseimbangan ekosistem di wilayah hilir.

Operasi bendungan juga didukung pemantauan hidrologi berbasis data waktu nyata dari kondisi lapangan. Pengeluaran air disesuaikan dengan inflow hulu serta pemodelan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pemanfaatan air bendungan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan air baku sebelum sektor lainnya. Setelah itu, distribusi air dialokasikan bagi irigasi, industri, energi listrik, dan pariwisata.

Kementerian PU juga mengatur pelepasan air guna membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan. Optimalisasi Bendungan Tapin menjadi bagian implementasi Visi PU608 dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....