Pemerintah Percepat Pembangunan 15 Bendungan, Perkuat Irigasi Pertanian

  • 30 Jul 2026 09:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mempercepat pembangunan 15 bendungan untuk mendukung irigasi lebih dari 200 ribu hektare lahan pertanian.
  • Bendungan dibangun guna mengurangi ketergantungan pertanian pada curah hujan serta menghadapi dampak El Nino dan banjir.
  • Selain memperkuat ketahanan pangan, bendungan juga berfungsi mengurangi risiko banjir, menjaga ketersediaan air baku, dan mendukung energi baru terbarukan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mempercepat pembangunan 15 bendungan di berbagai daerah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Infrastruktur tersebut ditargetkan mendukung irigasi lebih dari 200 ribu hektare lahan pertanian.

Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan pembangunan bendungan menjadi langkah penting menghadapi dampak perubahan iklim. Menurutnya, irigasi yang memadai dibutuhkan agar sektor pertanian tidak lagi bergantung pada curah hujan.

"Tanpa dukungan bendungan dan irigasi yang memadai, banyak wilayah pertanian mengandalkan pola tanam tadah hujan yang rentan terhadap perubahan musim. Termasuk ancaman kekeringan saat El Nino maupun banjir akibat curah hujan tinggi," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

Kurnia mengatakan pemerintah terus mempercepat pembangunan bendungan beserta jaringan irigasinya. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko gagal panen.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU) per 21 Juli 2026, sebanyak 240 bendungan telah beroperasi. Sementara itu, 15 bendungan lainnya masih dalam tahap pembangunan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp32,806 triliun.

Bendungan yang sedang dibangun tersebar di 10 provinsi. Wilayah tersebut meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Maluku.

Pemerintah memperkirakan seluruh bendungan tersebut mampu menampung lebih dari satu miliar meter kubik air. Infrastruktur itu juga akan menyuplai irigasi bagi lebih dari 200 ribu hektare lahan pertanian di berbagai daerah.

Selain mendukung ketahanan pangan, bendungan berperan mengurangi risiko banjir dan menjaga ketersediaan air baku. Infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan.

Data Kementerian PU per 24 Juli 2026 menunjukkan 240 bendungan yang telah beroperasi memiliki kapasitas tampung sekitar 9,74 miliar meter kubik air. Pemerintah juga menyiagakan ratusan situ, danau, tampungan air baku, serta sumur bor untuk menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....