Pemprov DKI: Kebakaran Bapenda DKI Tak Ganggu Layanan dan Data Perpajakan
- 08 Agt 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemprov DKI Jakarta memastikan kebakaran Gedung Bapenda tidak mengganggu layanan perpajakan maupun pengelolaan aset daerah
- Data perpajakan dan aset daerah dipastikan aman karena telah terdigitalisasi serta memiliki sistem pencadangan di pusat data terpisah
- Pemprov DKI menyiapkan skema kerja sementara, termasuk WFH bergantian dan pemanfaatan gedung pemerintah lainnya
RRI.CO.ID, Jakarta – Kebakaran Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta dipastikan tidak mengganggu layanan perpajakan maupun pengelolaan aset daerah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh data penting tetap aman karena tersimpan dalam sistem digital dengan pusat data terpisah.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan seluruh data perpajakan telah terdigitalisasi. Menurutnya, sistem pencadangan pada server dan pusat data terpisah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.
"Data perpajakan DKI Jakarta dinyatakan aman, karena seluruh data telah terdigitalisasi. Sudah memiliki sistem pencadangan pada server dan pusat data di lokasi terpisah, sehingga layanan perpajakan tidak terganggu," kata Bayu dalam keterangannya, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Bayu menjelaskan data aset daerah yang dikelola Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) juga dipastikan tetap aman. Ia menyebut seluruh data dan server berada di pusat data berbeda sehingga tidak terdampak kebakaran gedung.
Gedung Dinas Teknis Bapenda DKI Jakarta ini telah diasuransikan sebagai langkah mitigasi terhadap risiko kerusakan. Diketahuin sekitar seribu aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah perangkat daerah berkantor di gedung tersebut.
Perangkat daerah tersebut meliputi Bapenda, BPAD, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Bank Jakarta, dan Dekranasda. Bayu mengungkap Pemprov DKI Jakarta kini menyiapkan skema kerja sementara agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Skema tersebut mencakup bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian dan berkantor di kantor suku dinas wilayah kota. Pemerintah juga akan memanfaatkan gedung milik Pemprov DKI Jakarta lainnya sebagai lokasi kerja sementara.
Hingga kini, Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki penyebab kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta. Penanganan dilakukan dengan memastikan seluruh pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung tanpa hambatan.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring fenomena kemarau panjang akibat El Nino. Serta periksa kembali instalasi listrik di hunian masing-masing," ujarnya.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di Gedung Bapenda DKI Jakarta, Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jumat malam sekitar pukul 21.40 WIB. Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan 39 unit pemadam beserta 195 personel untuk memadamkan api.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Tetapi, terdapat seorang pekerja yang dievakuasi dari lantai 15 kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Tarakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....