Kenang 100 Hari Pascakecelakaan Kereta, Ibu Nur Ainia Rasakan Kehilangan Mendalam
- 08 Agt 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nur Ainia merupakan sosok yang manja namun memanjakan orangtua dan juga adik-adiknya.
- Keluarga Nur Ainia berharap kasus kecelakaan kereta api di Bekasi bisa menemukan kejelasan atau titik terang.
RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Ifa Permana, Ibu Kandung Almarhumah Nur Ainia merasakan kehilangan mendalam atas kepergian sang anak. Yang meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Kota Bekasi pada 27 April 2026 lalu.
Menurutnya, terhitung sejak 100 hari kepergian sang anak, sebagai seorang ibu ia sangat kehilangan sosok Nur Ainia. Mengingat almarhumah merupakan sosok yang manja namun juga suka memanjakan ibu dan ayahnya beserta adik-adiknya.
"Jadi ya sangat kehilangan sekali. Karena ada kebiasan-kebiasaan dia, walaupun manja tapi dia juga memanjakan kami," kenangnya saat ditemuai pada peringatan 100 hari kecelakaan kereta api di Bekasi di Stasiun Bekasi Timur, Jumat, 7 Agustus 2026.
Selain itu, sejauh ini Nur Ainia juga ikut berperan membantu perekonomian keluarga. Meskipun ayahnya, Hary Marwata juga masih bekerja hingga saat ini.
"Dibilang berat ya tidak, karena ayahnya sendiri masih bekerja. Cuma dia itu kan pelengkap, kalau pas kita tidak ada bisa ngandelin dia," katanya.
Sementara Ayah Kandung Nur Ainia, Hary Marwata hingga kini masih menunggu kejelasan soal kasus kecelakaan yang menimpa sang anak dan korban lainya. Ia tidak ingin kasus tersebut menguap begitu saja.
"Kita ingin tahu kejelasan kasus, penanggung jawabnya siapa, tindakannya apa sampai saat ini belum jelas. Kita nunggu itu, jangan sampai kasus ini hilang begitu saja," katanya.
Sekadar diketahui, Jumat, 7 Agustus 2026 para keluarga korban kecelakaan kereta api di Bekasi berkumpul di Stasiun Bekasi Timur. Mereka menggelar peringatan 100 hari kepergian para korban dengan doa dan yasinan bersama serta tabur bunga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....