Alumni Beasiswa BAZNAS Berkarier di Industri Biodiesel, Kini Sukses

  • 05 Agt 2026 05:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS, Musa Habib, S.Si., berhasil meniti karier sebagai quality control di PT Jhonlin Agro Raya Biodiesel Plant Tbk.
  • Keberhasilan tersebut turut meningkatkan kondisi ekonominya hingga kini mampu menunaikan zakat sebagai muzaki.
  • Musa merupakan lulusan Program Studi S1 Kimia Universitas Lambung Mangkurat yang memperoleh manfaat dari Program Beasiswa Cendekia BAZNAS.

RRI.CO.ID, Jakarta - Alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS, Musa Habib berhasil meniti karier sebagai quality control di PT Jhonlin Agro Raya Biodiesel Plant Tbk. Keberhasilan tersebut turut meningkatkan kondisi ekonominya hingga kini mampu menunaikan zakat sebagai muzaki.

Musa merupakan lulusan Program Studi S1 Kimia Universitas Lambung Mangkurat yang memperoleh manfaat dari Program Beasiswa Cendekia BAZNAS. Program tersebut membantunya menyelesaikan pendidikan sekaligus mengembangkan kompetensi hingga mampu bersaing di industri biodiesel.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan Musa yang telah mandiri secara ekonomi. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan program beasiswa dalam mencetak muzaki baru.

"Alhamdulillah Program Beasiswa Cendekia BAZNAS kembali berhasil mencetak muzaki baru. Kebahagiaan ini untuk kita semua, khususnya para muzaki yang telah bersama-sama BAZNAS membantu para mustahik dengan menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS," ujar Idy di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Idy menegaskan, pendidikan menjadi instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dukungan beasiswa memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

"Ketika seorang mustahik yang sebelumnya menerima manfaat dari zakat kemudian mampu mandiri secara ekonomi dan menunaikan zakat, maka di situlah kita melihat keberhasilan dari proses pemberdayaan yang dilakukan," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan Musa menunjukkan pengelolaan zakat yang tepat mampu memberikan dampak jangka panjang. Selain membantu menyelesaikan pendidikan, zakat juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan sehingga penerima manfaat dapat berkontribusi kembali melalui zakat.

BAZNAS, lanjut Idy, akan terus memperkuat program pendidikan agar semakin banyak generasi muda dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan berkualitas. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak lulusan yang mandiri dan berdaya saing.

Sementara itu, Musa Habib mengaku Beasiswa Cendekia BAZNAS menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya hingga berhasil berkarier di industri biodiesel. Kini, ia bertanggung jawab memastikan seluruh proses produksi biodiesel berjalan sesuai standar mutu dan regulasi yang berlaku.

"Alhamdulillah saya telah bekerja. Saya juga bersyukur sekarang dapat menunaikan zakat sebagai seorang muzaki. Bagi saya, perjalanan ini bukan hanya tentang meraih pekerjaan, tetapi juga tentang membuktikan bahwa kesempatan, pendidikan, dan kerja keras mampu mengubah kehidupan," ujar Musa.

Musa turut menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas dukungan yang diterimanya selama menempuh pendidikan. Ia berharap Program Beasiswa Cendekia BAZNAS terus diperluas agar semakin banyak masyarakat kurang mampu dapat mengakses pendidikan berkualitas dan meraih masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....