Modifikasi Cuaca Dilakukan guna Tekan Karhutla Sumsel
- 05 Agt 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan
- Operasi berlangsung selama tujuh hari, mulai 4 hingga 10 Agustus 2026, untuk menekan peningkatan titik panas dan risiko kebakaran hutan dan lahan
- Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, OMC dilakukan setelah jumlah titik panas di Sumatera Selatan meningkat signifikan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan. Operasi berlangsung selama tujuh hari, mulai 4 hingga 10 Agustus 2026, untuk menekan peningkatan titik panas dan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, OMC dilakukan setelah jumlah titik panas di Sumatera Selatan meningkat signifikan. Berdasarkan pantauan satelit NOAA-20, jumlah titik panas naik dari 46 titik pada 2 Agustus menjadi 104 titik pada 3 Agustus 2026.
"OMC merupakan salah satu upaya mendukung penanggulangan karhutla di enam provinsi prioritas. Ini yang memiliki lahan gambut luas dan sulit dipadamkan jika terjadi kebakaran masif," kata Suharyanto, Rabu, 5 Juli 2026.
| Baca juga: Karhutla di Gunung Bromo Belum Padam |
Menurutnya, pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, 28 Juli 2026. Rapat tersebut membahas langkah antisipasi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino.
Operasi tersebut juga merespons permohonan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Gubernur Sumatera Selatan telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla hingga 30 November 2026.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB menyatakan, kegiatan OMC dipusatkan di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Pelaksanaannya didukung TNI Angkatan Udara, BMKG, dan BPBD Provinsi Sumatera Selatan.
Pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (4/8/2026), pesawat penyemai melakukan satu sorti penerbangan. Sebanyak 1.000 kilogram bahan semai disebarkan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.
Penyemaian natrium klorida atau garam menggunakan pesawat jenis sayap tetap tersebut berhasil memicu hujan dengan intensitas ringan di wilayah sasaran. Suharyanto mengimbau pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku usaha sektor kehutanan dan pertanian meningkatkan langkah pencegahan.
Termasuk seluruh pihak juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau. "Sinergi dan pencegahan dini harus ditingkatkan agar kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....