Karhutla di Gunung Bromo Belum Padam
- 05 Agt 2026 16:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, hingga Rabu, 5 Agustus 2026, masih belum sepenuhnya padam
- Tim gabungan terus berupaya memadamkan api yang masih menyebar di sejumlah titik
- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan petugas masih berjibaku melakukan pemadaman di lapangan
RRI.CO.ID, Probolinggo - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, hingga Rabu, 5 Agustus 2026, masih belum sepenuhnya padam. Tim gabungan terus berupaya memadamkan api yang masih menyebar di sejumlah titik.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan petugas masih berjibaku melakukan pemadaman di lapangan. "Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kondisi hari ini titik api masih belum padam, sehingga petugas terus melakukan upaya pemadaman ke sejumlah titik api," kata Oemar, Rabu, 5 Agustus 2026.
Upaya pemadaman dilakukan oleh personel Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Jawa Timur. Bersama Perhutani, TNI, Polri, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Agen Penanggulangan Bencana Jawa Timur, relawan, dan masyarakat.
Menurut Oemar, peralatan pemukul api (kepyok) yang digunakan petugas sebagian besar mengalami kerusakan. Akibat intensitas penggunaan yang tinggi selama proses pemadaman.
"Alat pemukul api (kepyok) yang dimiliki petugas sudah rusak semua karena digunakan secara masif saat memadamkan karhutla. Namun petugas tetap memadamkan api dengan menggunakan ranting pohon yang ada," ujarnya.
Selain menggunakan kepyok, petugas juga mengoperasikan backpack sprayer untuk memadamkan api yang terus merambat akibat angin kencang dan kondisi ilalang yang kering. Tim gabungan juga melakukan pemantauan terhadap pergerakan titik api serta membuat sekat bakar untuk mencegah kobaran api meluas ke kawasan lainnya.
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare, meningkat dari sebelumnya 7,9 hektare. Luasan tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pemadaman masih berlangsung.
Karhutla tersebut berdampak pada penutupan sebagian kawasan wisata Gunung Bromo. Balai Besar TNBTS menutup akses wisata melalui pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.
Meski demikian, wisatawan masih dapat mengakses kawasan Gunung Bromo melalui pintu masuk Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan dengan pembatasan area kunjungan. Demi mendukung proses pemadaman serta menjaga keselamatan pengunjung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....