Kementerian PU Bangun Sabo Dam dan Perkuat Tanggul Atasi Banjir Agam

  • 01 Agt 2026 13:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU membangun Sabo Dam dan memperkuat tanggul Sungai Batang Tumayo untuk mengatasi banjir di Kabupaten Agam
  • Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto setelah menerima keluhan masyarakat terdampak banjir
  • Balai Teknik Sabo Yogyakarta diminta melakukan pengujian bioteknik guna mendukung pembangunan Sabo Dam

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian PU segera membangun Sabo Dam dan memperkuat tanggul Sungai Batang Tumayo untuk mengatasi banjir di Kabupaten Agam. Langkah tersebut menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto setelah menerima keluhan masyarakat terdampak banjir.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan kawasan terdampak banjir tersebut. Menurutnya, pemerintah ingin masyarakat segera kembali menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman.

"Jadi ini sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, jangan sampai masyarakat itu yang terdampak bencana kemudian tidak bisa tersenyum lagi. Harus secepatnya bisa tersenyum lagi masyarakat kita," kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) dalam keterangan tertulis, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Dalam peninjauan Dody di lokasi, menunjukkan bukaan aliran sungai di bagian hulu menjadi salah satu penyebab utama banjir. Kondisi tersebut memicu limpasan air menuju permukiman ketika debit sungai meningkat.

Menteri PU telah meminta Balai Teknik Sabo Yogyakarta melakukan pengujian bioteknik untuk mendukung pembangunan Sabo Dam. "Kita akan buat Sabo Dam di atas,” ucapnya.

“Sementara waktu, aliran sungai ini kita perlancar sampai dengan muara, plus kita naikkan tanggulnya. Mungkin, kalau bisa lima sampai enam meter, sambil diperkuat supaya kalau pun hujan dan banjir tidak lari ke permukiman," ujar Dody.

Ia menegaskan penanganan infrastruktur utama menjadi prioritas sebelum pembangunan fasilitas umum lainnya dilaksanakan. Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan berikutnya tidak kembali terdampak banjir.

Kementerian PU juga terus melakukan normalisasi sungai, pengangkatan sedimen, serta pemasangan bronjong di lokasi terdampak. Sebanyak lima unit excavator PC200 telah dikerahkan sejak 20 Juli 2026 untuk mempercepat penanganan.

Dody memastikan pemerintah pusat siap memenuhi kebutuhan anggaran penanganan banjir sesuai hasil perhitungan teknis. Menurutnya, pemerintah berkomitmen mendukung seluruh kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

"Anggarannya untuk penanganan ini insyaAllah ada, saya juga belum tahu kebutuhannya berapa karena masih dihitung oleh kepala balainya. Komitmen dari pemerintah pusat, dari Pak Presiden berapapun yang dibutuhkan masyarakat kita siapkan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....