Bekasi Kekeringan, Warga Diminta Bijak Manfaatkan Air Bersih
- 31 Jul 2026 07:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 3 juta liter air bersih telah didistribusikan bagi warga Kabupaten Bekasi terdampak kekeringan.
- Kekeringan di Kabupaten Bekasi bukan saja berdampak pada warga namun juga pertanian di wilayah tersebut.
- BPBD Kabupaten Bekasi mencatat 3.002 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan.
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi - Warga Kabupaten Bekasi diimbau menggunakan air secara bijak menyusul kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi.
Selain mengajak masyarakat menghemat penggunaan air, Dodi juga meminta warga segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Laporan dapat disampaikan melalui pemerintah desa agar BPBD dapat segera menyalurkan bantuan.
"Kami mengajak masyarakat untuk hemat menggunakan air. Jika ada wilayah yang mengalami kekurangan air bersih, segera laporkan melalui pemerintah desa agar distribusi bantuan segera sampai," kata Dodi, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 12.407 kepala keluarga atau 37.972 jiwa terdampak kekeringan. Mereka tersebar di 102 titik yang berada di 23 desa pada sembilan kecamatan.
BPBD Kabupaten Bekasi juga mencatat telah mendistribusikan 3.067.300 liter air bersih selama periode 9 Juni hingga 29 Juli 2026. Pasokan air tersebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Bekasi serta dukungan berbagai pihak, termasuk lembaga sosial dan sektor industri.
"Hingga saat ini ada 23 desa di 9 kecamatan yang menerima distribusi air bersih. Semua warga terdampak kami layani secara bergilir karena keterbatasan armada dan personel," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengajak seluruh pihak untuk turut berpartisipasi membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan. Ia mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang selama ini telah menyalurkan bantuan air bersih dan berharap lebih banyak dunia usaha ikut berkolaborasi membantu warga.
"Perusahaan-perusahaan yang selama ini sudah membantu tentu kami berterima kasih. Namun kami juga mengajak perusahaan lain agar ikut berkolaborasi meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan," kata Endin.
Selain berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Kabupaten Bekasi mencatat kekeringan juga memengaruhi sektor pertanian. Sebanyak 3.002 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bekasi dilaporkan mengalami kekeringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....