Kekeringan Melanda 15 Daerah di Jawa Barat

  • 30 Jul 2026 05:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 15 daerah kota dan kabupaten di Jawa Barat terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
  • Daerah atau kabupaten kota paling terdampak kekeringan yaitu Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Tasikmalaya.
  • BPBD Jawa Barat mencatat ada 205.567 jiwa warga Jawa Barat terdampak kekeringan.
  • Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak kekeringan Pemprov Jabar telah mendistribusikan sebanyak 4.013.500 liter air bersih.

RRI.CO.ID, Kota Bandung- Sebanyak 15 daerah kota/kabupaten di Jawa Barat (Jabar) terdampak kekeringan akibat musim kemarau sejak awal Juli 2026. Tiga wilayah yang mengalami kekeringan yang paling besar adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Karawang.

Di Kabupaten Bogor, kekeringan melanda 24 kecamatan, 87 desa/ kelurahan dengan penduduk 100.830 jiwa. Pemkab Bogor bersama BPBD setempat telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 802.500 liter.

Kabupaten Karawang mencatat krisis air melanda 9 desa di 4 kecamatan dengan warga terdampak sekitar 12 ribu jiwa. BPBD Kabupaten Karawang dan instansi seperti PMI, Baznas, telah mendistribusikan lebih dari 237.000 liter air bersih.

Di Kabupaten Bekasi, krisis air bersih telah berdampak pada 6 desa di 3 kecamatan. BPBD setempat telah mengirimkan pasokan air ke 26 titik lokasi terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat ada 205.567 warga Jabar terdampak kekeringan. Mereka tersebar di 194 desa, 89 kecamatan, dan 15 kabupaten/ kota.

Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengatakan kekeringan tahun ini lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. "Tahun ini ada El Nino membuat kemarau lebih kering," kata Hadi Rahmat melalui keterangan persnya, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut dia, kondisi kekeringan saat ini memiliki kemiripan dengan kejadian pada 2023. Saat itu El Nino juga memicu penurunan ketersediaan air di berbagai daerah.

Selain faktor cuaca, peningkatan jumlah penduduk juga turut memperbesar dampak kekeringan. Kebutuhan air bersih terus meningkat, sementara ketersediaannya terbatas.

"Pertumbuhan jumlah penduduk itu juga berpengaruh pada kebutuhan air. Kebutuhan air meningkat, sementara ketersediaannya mungkin terbatas sehingga dampaknya juga bisa jadi meluas," ujarnya.

Pemprov Jabar melakukan distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Total distribusi mencapai 4.013.500 liter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....