Atasi Sampah di Bandung Raya, Pemprov Jabar Bangun Fasilitas PSEL Legok Nangka

  • 30 Jul 2026 11:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pembangunan PSEL Legok Nangka direncanakan menjadi solusi jangka panjang permasalahan sampah di kawasan Bandung Raya.

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Pemprov Jawa Barat (Pemprov Jabar) memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, Kabupaten Bandung. Hal ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama di lokasi proyek tersebut pada Rabu, 29 Juli 2026.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, mengatakan pembangunan proyek tersebut ditargetkan rampung paada 2029. Menurut dia, ini merupakan solusi jangka panjang untuk menangani masalah sampah di kawasan Bandung Raya.

Dedi mengatakan nantinya sampah dari beberapa kota dan kabupaten di kawasan tersebut akan dikelola di PSEL Legok Nangka. Di antaranya Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.

“Kita mendapatkan berkah besar yang hasilnya akan kita rasakan pada 2029,” ujarnya.“Persoalan sampah di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi akan mendapatkan solusi.”

Menurut Dedi, keberadaan fasilitas tersebut menjadi solusi jangka panjang. Terutama setelah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, menghadapi keterbatasan kapasitas.

Selain solusi jangka panjang, Pemprov Jabar juga menyiapkan solusi jangka pendek melalui pengolahan sampah menjadi briket di tingkat kelurahan. “Pemprov Jawa Barat sudah memberi contoh di Gedung Sate,” katanya.

Menurut Dedi, fasilitas PSEL bukan saja menyelesaikan persoalan sampah semata. Lebih dari itu, keberadaannya juga menambah pasokan energi listrik yang mendukung iklim investasi di Jawa Barat.

“Kami akan memperoleh tambahan energi listrik,” ujarnya. “Ini akan memperkuat sistem kelistrikan dan mendukung investasi.”

Dedi berharap pembangunan PSEL Legok Nangka dapat memperbaiki kualitas lingkungan dengan pengurangan timbunan sampah dan peningkatan ruang terbuka hijau. “Udara menjadi lebih baik, jumlah pohon juga akan semakin banyak," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....