Selamatkan Petani, Pemkab Bekasi Percepat Normalisasi Saluran Irigasi Pebayuran

  • 28 Jul 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemkab Bekasi akan mempercepat normalisasi saluran irigasi di Kecamatan Pebayuran.
  • Langkah ini dilakukan guna menyelamatkan petani dari ancaman kekeringan lahan pertanian akibat kemarau di wilayah Kabupaten Bekasi.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Pemkab Bekasi akan mempercepat normalisasi saluran irigasi di Kecamatan Pebayuran. Hal ini dilakukan guna menyelamatkan petani dari ancaman kekeringan lahan pertanian akibat kemarau di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Hari ini saya langsung turun ke lapangan karena kemarin menerima audiensi para petani Pebayuran. Setelah kami survei, memang ada beberapa temuan yang harus segera kita sikapi dan menjadi prioritas pembangunan," katanya Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, melalui keterangannya, Selasa, 28 Juli 2026.

Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah permasalahan yang menghambat kelancaran distribusi air irigasi yang membutuhkan tindak lanjut segera. Adapun permasalahan tersebut antara lain, kerusakan jembatan di Bendung Kedung Ged (BKG) 6 yang menjadi kewenangan BBWS.

Selain itu juga penumpukan eceng gondok di BKG 15 dan BKG 16 yang menghambat aliran air. Selain itu, terdapat konstruksi jembatan di BKG 16 yang posisinya tegak lurus sehingga menjadi titik penahan eceng gondok dan sampah.

"Kami berencana mengalokasikan pembangunan empat jembatan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Ini merupakan bagian dari upaya memperlancar aliran air di kawasan Saluran Sekunder BKG 16 hingga BKG 25," katanya.

Asep juga mengatakan, Kamis, 30 Juli 2026 mendatang akan segera membahas normalisasi saluran irigasi pebayuran. Pembahasan dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta II (PJT II).

"Pekerjaan normalisasi ditargetkan mulai dilaksanakan pada Senin mendatang. Dengan persyaratan seluruh dukungan teknis dan kewenangan telah disepakati," katanya.

Menurut Asep, percepatan normalisasi saluran menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas pertanian terutama saat kemarau. Sedangkan saat musim hujan bisa meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung debit air ketika curah hujan tinggi.

"Kita tidak ingin petani mengalami kekeringan saat kemarau, tetapi juga tidak ingin masyarakat terdampak banjir ketika musim hujan. Dengan normalisasi ini, aliran air akan lebih lancar sehingga kebutuhan irigasi terpenuhi dan risiko banjir dapat dikurangi," katanya.

Pemkab Bekasi berharap upaya tersebut mampu mencegah gagal panen sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya para petani yang menggantungkan penghidupannya di sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....