Menteri PKP: Bogor Terima Alokasi BSPS Terbesar di Indonesia pada 2026
- 25 Jul 2026 21:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Alokasi BSPS Kabupaten Bogor meningkat dari 1.346 unit pada 2025 menjadi 8.000 unit pada 2026
- Peningkatan alokasi diberikan karena backlog perumahan di Kabupaten Bogor masih mencapai 746.955 unit
- Program BSPS ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian layak
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan Kabupaten Bogor menerima alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terbesar di Indonesia pada 2026. Menurutnya, alokasi tersebut mencapai 8.000 unit rumah, meningkat signifikan dibandingkan 1.346 unit pada 2025.
Maruarar mengatakan peningkatan alokasi diberikan karena kebutuhan rumah layak huni di Kabupaten Bogor masih sangat tinggi. Pemerintah mencatat backlog perumahan di wilayah tersebut mencapai 746.955 unit dengan jumlah penduduk sekitar 5.760.900 jiwa.
Menurut Maruarar, program BSPS merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh hunian layak. Ia menyebut, pemerintah juga menargetkan program tersebut dapat mempercepat pengurangan backlog perumahan di Kabupaten Bogor.
Selain memperkuat BSPS, Kementerian PKP mendorong penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Langkah tersebut diharapkan memperluas akses pembiayaan rumah sekaligus meningkatkan kepemilikan hunian bagi masyarakat.
"Program bedah rumah, KUR Perumahan, dan PNM akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi rakyat, khususnya di Bogor yang sangat besar. Cara kerja kita sudah sama dan harus makin paten," ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 Juli 2026.
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyambut baik peningkatan dukungan pemerintah pusat melalui program perumahan bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mengurangi backlog perumahan yang masih mencapai ratusan ribu unit.
"Kami akan berkolaborasi lebih baik lagi terkait bantuan pemerintah dalam penyediaan rumah untuk rakyat, khususnya di Bogor. Karena backlog di Bogor masih besar yakni 746.955," kata Rudy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....